Jaga Nama Baik Profesi, Satgas Gabungan Driver Online Dibentuk

Taufan Ketua Satgas Driver Online Balikpapan (foto :ist)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Tak ingin nama baik rekan se-profesinya atau sesama driver online tercoreng akibat ulah oknum driver nakal.

Para driver online di Balikpapan menginisasi Satuan tugas (Satgas) khusus untuk menangani hal-hal tersebut.

Bacaan Lainnya

Taufan selaku Ketua Tim Satgas Gabungan Driver Online Balikpapan, Kamis (27/7/2023) menjelaskan sejauh ini sudah ada tiga kasus yang ditangani oleh dirinya. Satu kasus diantaranya yang menjadikan inisator terbentuknya satgas.

Ia menuturkan, meskipun belum lama dibentuk. Namun satgas driver online ini kembali mengungkap kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum driver online Roda Empat (R4) pada Rabu (26/7/2023) dini hari.

Kejadian bermula saat seorang penumpang wanita berinjsal AA menggunakan jasa transportasi online yang belakangan diketahu bernisial R melalui informasi yanh beredar di Sosial Media (Sosmed).

Di flatform media sosial itulah, korban menceritakan kejadian yang dialaminya, kemudian curhatan korban akhirnya diketahui oleh anggota satgas.

Taufan menambahkan, dari informasi yang dihimpun, korban sempat diraba pada bagian wajah dan tangan. Dan setibanya korban dilokasi tujuan, korban yang kala itu hendak membayar kemudian ditarik paksa tangannya.

“Korban sempat melakukan perlawanan dengan menendang pelaku, kemudian korban kabur,” ucapnya.

Guna melacak keberadaan pelaku, pihaknya melakukan Off Bid, hingga akhirnya ditemukan akun dari oknum tersebut, kemudian segera melaporkan ke kantor.

Merespon laporan, akhirnya akun pelaku terbelokir. Dan disitulah akhirnya pelaku datang ke kantor untuk melaporkan akunnya yang terbelokir.

“Jadi waktu dia kesana laporan, disana juga kami langsunh amankan. Meskipun sempat mengelak, tapi tetap saja kami giring ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Balikpapan,” terangnya.

“Awalanya pihak korban sempat malu untuk melaporkan ke polisi, tapi setelah kami bujuk apalagi suami korban juga tidak menerima atas kasus tersebut akhirnya keluarga menyampaikan laporan resminya,” sambung Taufan.

Taufan menilai, dugaan kasus ini sangat memalukan dan dapat merusak nama baik, serta dapat menurunkan pendapatan bagi para driver lainnya.

Tentunya, kejadian ini bisa berdampak buruk membuat para pelanggan kendaraan online baik R2 maupun R4 khawatir menggunakan jasa transportasi online.(*)

Pos terkait