Sikapi Antiran BBM di Balikpapan, Walikota Akan Koordinasi Dengan PT Pertamina

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud SE saat diwawancarai awak media (foto/ariel)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Rencana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite pada tahun 2024 mendatang menyebabkan terjadinya antrian panjang di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Balikpapan.

Menyikapi hal itu, Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud SE saat dijumpai awak media, Rabu (18/10/2023) di Hotel Swiss-Bellin mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak PT Pertamina terkait antrian panjang di sejumlah SPBU di Balikpapan.

Bacaan Lainnya

Ditambahkan dirinya, kalau ada harga yang berbeda pasti akan mengganggu stabilitas dan menimbulkan inflasi. Seperti yang terjadi saat ini pada BBM Pertamax, dimana Pertalite akan dihapus, dan sekarang harus dibatasi. Karena memang perbedaannya sangat jauh hingga mencapai 4.300 rupiah.

Antrian kendaran disalah satu SPBU di Balikpapan (foto/ist)

Rahmad menuturkan dirinya mendapatkan informasi dari PT Pertamina, kalau stok BBM Pertalite masih banyak. Dan ia mengakui, masyarakat Balikpapan pasti tidak bisa secara langsung dapat beralih ke Pertamax mengingat selisih harganya yang sangat jauh.

Masih Rahmad, antrian panjang di sejumlah SPBU mungkin menjadi salah satu langkah untuk menghindari banyaknya pengetap BBM dan penjual BBM eceran yang ilegal.

“Artinya disini kita bukan menyalahkan mereka (pengetap dan pengecer). Disini kita berharap PT Pertamina bisa memberikan pembinaan, karena mereka saudara-saudara kita yang butuh hidup dan perlu makan, tanpa harus melanggar regulasi dan aturan,” ucapnya.

“Kalau mereka mengetap ini kan sebenarnya merugikan masyarakat juga, ketika dia membeli di SPBU, kemudian saat masyarakat membeli stok di SPBU habis, dan ini namanya juga merugikan masyarakat,” sambungnya.

“Namanya dia cari hidup, pastinya mencari untung tanpa dilindungi regulasi. Dan ini yang mau kita carikan solusinya, kita tidak boleh binasakan mereka, tapi harus kita bina dulu mereka,” ujar Rahmad.

Rahmad menambahkan, mungkin langkah awal yang dilakukan Pertamina salah satunya dengan adanya Pertashop. Tapi tidak semua orang bisa memenuhi Pertashop yang harganya bisa mencapai 500 juta.

“Artinya disini..ada yang perlu kita komunikasikan langkah-langkahnya seperti apa, agar masyarakat kita tidak kelaparan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait