Gelar FGD Dengan Tema Diskusi Sistem Politik Dinasti dan Geo Politik Oligarki. Anak Muda Diharapkan Memilih Pemimpin Menggunakan Rasionalitas

Mahasiswa dan pemateri foto bersama usai gelar FGD di Hitam Manis Coffe, Stal Kuda, Jl Jenderal Sudirman Balikpapan Selatan (foto/ariel)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Kelompok Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Pesantren, menggelar Focus Group Discussion (FGD), dialog anak muda Kota Balikpapan dengan tema “Sistem Politik Dinasti dan Geo Politik Oligarki” digelar di hitam manis coffee, Stal Kuda Jl. Jenderal Sudirman Gn Bahagia, Balikpapan Selatan, Sabtu (23/12/2023) malam.

FGD yang membahas sistem politik dinasti dan geo politik itu dihadiri puluhan mahasiswa Generasi Milenial dan Generasi Z dari berbagai kampus yang ada di Balikpapan.

Dalam dialog tersebut, Didiek Anggrat, salah satu pemateri mengungkap, pentingnya rasionalitas dalam memilih pemimpin saat pesta demokrasi Pemilu 2024 mendatang.

Menurutnya, rasionalitas penting sebagai landasan untuk menentukan pilihan, siapa calon pemimpin presiden dan wakil presiden yang paling memahami kepentingan bangsa dan negara.

“Generasi Milenial dan Generasi Z, harus menggunakan rasionalitas untuk memilih pemimpin Indonesia ke depan. Setelah rasionalitas, menempatkan harapan kepada capres dan cawapres juga penting, agar yang dipilih benar-benar mewakili keinginan kita bersama,” kata didiek saat berdialog dengan puluhan mahasiswa.

Salah satu peserta FGD mendapat hadiah dari pemateri karena mampu menjawab pertanyaan

Ketua Panitia FGD dialog anak muda kota Balikpapan, Rizal Effendi mengaku, tujuan dialog ini, untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan anak muda di Kota Balikpapan.

Kata dia, generasi milenial dan Gen Z perlu memahami sistem politik, dimana penggunaan kekuasaan masih terjadi sampai saat ini.

Menurutnya, relevansi itu sama dengan melegalkan nepotisme untuk melanggengkan tahta kekuasaan pemerintah.

“Kegiatan ini juga dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta. Lebih peka menganalisa perkembangan politik secara nasional dan daerah,” sebutnya.

Lebih jauh ia sampaikan, menjelang pilpres tahun 2024 mendatang. Generasi milenial dan gen Z akan menjadi penentu dengan 56 persen hak suaranya.

Sehingga diharapkan dapat memilih dengan melakukan analisa dari situasi politik saat ini.

“Memilih pemimpin bangsa Indonesia dengan pertimbangan-pertimbangan yang rasional. Situasi politik saat ini bisa jadi salah satu alat ukur menentukan pilihan untuk kemajuan bangsa ini lebih baik ke depan,” kata Rizal Effendi.

FGD dengan tema Sistem Politik Dinasti dan Politik Oligarki berlangsung sekitar dua jam, dan mampu menghadirkan antusias peserta yang hadir dalam dialog. Hal ini terlihat dari peserta aktif bertanya dan memberikan pandangannya terkait tema diskusi malam itu.(*)

Pos terkait