Efisiensi Anggaran, Ancam Sektor Pariwisata dan Perhotelan Balikpapan

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Kebijakan efisiensi anggaran yang baru diterapkan pemerintah diprediksi akan berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor pariwisata dan perhotelan di Balikpapan.

Pengurangan anggaran untuk berbagai kegiatan, termasuk seminar dan acara besar yang selama ini menjadi daya tarik bagi wisatawan dan pelaku usaha, membuat pemasukan dari retribusi daerah berisiko menurun.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kota Balikpapan (BPPDRD), Idham Mustari, Jumat (21/3/2025) menjelaskan bahwa kebijakan ini berpengaruh langsung terhadap bisnis hotel, restoran, dan sektor pariwisata secara keseluruhan.

“Banyak hotel yang biasanya penuh saat ada acara besar kini melaporkan penurunan tingkat hunian yang cukup drastis,” ujarnya.

Selama ini, Balikpapan dikenal sebagai lokasi strategis bagi berbagai konferensi dan pertemuan berskala nasional.

Kehadiran peserta dari luar kota tak hanya menguntungkan sektor perhotelan, tetapi juga menyumbang pendapatan bagi daerah melalui retribusi dan pajak.

Dengan berkurangnya acara-acara tersebut, industri yang bergantung pada kunjungan wisatawan kini menghadapi tantangan besar. Tak hanya hotel, restoran dan bisnis kuliner juga ikut terkena imbas.

“Dulu, setiap ada seminar atau konferensi, banyak tamu dari luar daerah yang menginap dan makan di restoran-restoran sekitar. Sekarang, dengan semakin sedikitnya acara, kunjungan pelanggan pun berkurang,” kata Idham.

Meski menghadapi tantangan berat, sektor ini dinilai masih memiliki peluang untuk beradaptasi. Idham menyarankan agar pelaku usaha mulai berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menarik pelanggan, serta mengembangkan potensi wisata lokal agar tetap menarik bagi wisatawan domestik.

Pemerintah Kota (Pemkpt) Balikpapan juga disebut tengah merancang berbagai strategi untuk menopang sektor yang terdampak, termasuk pemberian insentif dan promosi wisata berbasis digital.

“Kami berharap semua pihak dapat berkolaborasi untuk menemukan solusi terbaik agar ekonomi daerah tetap stabil di tengah perubahan kebijakan ini,” tambah Idham.

“Meski situasi saat ini penuh tantangan, ada optimisme bahwa dengan strategi yang tepat, sektor pariwisata dan perhotelan Balikpapan dapat kembali bangkit dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” pungkasnya. (*)

Pos terkait