Viral Mobil Dinas Kelurahan Diduga Digunakan untuk Angkutan Penumpang Online , Pemkot Balikpapan Luruskan Fakta

Zulkifli, Assisten I Tata Pemerintahan Pemkot Balikpapan

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Sebuah video yang menampilkan mobil dinas Kelurahan Prapatan beredar luas di media sosial dan sempat membuat warganet bertanya-tanya.

Dalam video itu, terlihat seorang pria menggunakan mobil berpelat merah pada dini hari, yang memunculkan dugaan kendaraan tersebut dipakai untuk menarik penumpang online.

Bacaan Lainnya

Namun, Pemerintah Kota Balikpapan memastikan bahwa kabar yang beredar tidak sepenuhnya sesuai fakta. Setelah melakukan penelusuran, Asisten Tata Pemerintahan Setda Kota Balikpapan, Zulkifli, menjelaskan bahwa pria dalam video tersebut adalah Rendi, penjaga malam di kantor Kelurahan Prapatan.

“Memang benar Rendi terdaftar sebagai mitra ojek online Maxim, tapi untuk kendaraan roda dua, bukan mobil dinas,” jelas Zulkifli saat ditemui belum lama ini.

Ia memaparkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis dini hari, 10 April lalu. Saat itu, Rendi diketahui menggunakan mobil dinas yang biasa terparkir di kantor kelurahan untuk menjemput dua anggota keluarganya di Pelabuhan Semayang.

Namun, di lokasi, seseorang yang kebetulan melihat keberadaan mobil dinas tersebut langsung merekam dan menanyai identitas Rendi. Dalam video itu, Rendi memang mengaku sebagai pengemudi Maxim, yang kemudian menimbulkan asumsi bahwa ia sedang menarik penumpang berbayar.

“Yang tidak terekam dalam video, Rendi sebenarnya sempat menunjukkan aplikasi Maxim miliknya, yang terdaftar hanya untuk motor, bukan mobil. Jadi tidak benar kalau mobil dinas dipakai
untuk ojek online,” tegas Zulkifli.

Meski dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas untuk layanan ojek online tidak terbukti, Pemkot Balikpapan tetap menilai bahwa tindakan Rendi adalah bentuk pelanggaran disiplin. Pasalnya, ia menggunakan kendaraan dinas di luar keperluan kantor tanpa izin.

“Sudah ada sanksi berupa teguran, baik secara lisan maupun tertulis. Kasusnya juga sudah diteruskan ke tingkat kecamatan untuk pembinaan lebih lanjut,” ujar Zulkifli.

Ia pun mengingatkan seluruh aparatur di lingkungan Pemkot Balikpapan untuk menjaga profesionalisme dalam menggunakan fasilitas negara.

Zulkifli berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak agar aset pemerintah digunakan sesuai peruntukan dan penuh tanggung jawab.

“Integritas itu penting, terutama dalam menjaga kepercayaan publik. Semoga ini jadi pengingat bagi seluruh pegawai,” pungkasnya.(*)

Pos terkait