Sasar Dunia Pendidikan ‘Halte Sedekah Goes to School’ Bantu Siswa yang Belum Sarapan

Ketua Halte Sedekah Balikpapan, Hj Iim Rahman, S. Pd (foto/ariel)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Program Halte Sedekah yang berada di bawah naungan La Ode Nasir Center (LNC) terus belebarkan sayapnya dalam mengajak masyarakat untuk saling berbagi.

Bertajuk “Halte Sedekah, Goes To School”, Halte Sedekah kini hadir di SMK Kartika V-I Balikpapan untuk membantu siswa yang belum sempat sarapan di rumah dan menyasar siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa memulai hari belajar dengan perut terisi.

Bacaan Lainnya

Diwawancarai awak media, Senin (21/7/2025). Ketua Komunitas Halte Sedekah Balikpapan, Hj Iim Rahman, S. Pd menuturkan halte sedekah ini biasanya menyasar kalangan masyarakat. Namun kali ini halte sedekah menyasar murid di sekolah.

“Bak gayung bersambut..alhamdulillah..Pak Harsono selaku kepala sekolah SMK Kartika Balikpapan menyambut baik program kami dan bisa berkolaborasi, ” ungkapnya.

Hj Iim menambahkan, gerakan halte sedekah ini berawal dari profit perusahaan kecil miliknya bersama suami H Laode Nasir, namun ia menginginkan dari profit perusahaan kecil ini dampaknya bisa besar dan dapat dirasakan masyarakat.

Hj Iim Rahman saat menyershkan sarapan pagi bagi anak-anak didik di SMK Kartika Balikpapan

Halte sedekah goes to school ini tergerak lantaran banyak didapati anak-anak didik yang berangkat sekolah tanpa dimulai dengan sarapan pagi di rumah. Sementara dalam menyerap ilmu pengetahuan atau pelajaran di sekolah, otak harus menyerap asupan makanan.

Hj Iim menuturkan, dari perbincangannya dengan siswa, didapati banyak siswa yang belum sarapan saat berangkat kesekolah.

“Tadi saya sempat tanya sama salah satu siswa, ada yang rumahnya jauh di kawasan Lamaru, jadi tidak sempat sarapan,” katanya.

Sementara, anak-anak didik yang ada saat ini adalah anak-anak yang dipersiapkan untuk Indonesia Emas 2045 mendatang.

Selain menyiapkan halte sedekah, dirinya juga menyalurkan Bea Siswa bagi beberapa murid yang kurang mampu, namun masih memiliki semangat untuk bersekolah dan belajar.

“Sementara ini saya baru bisa memberikan bea siswa untuk 3 murid, mungkin di sekolah lainnya juga begitu. Tapi saya berharap ada sahabat-sahabat lain yang bisa ikut tergerak, meskipun sedikit dari pada tidak sama sekali,” ujarnya.

“Dengan tagline “Berbudi dengan Berbagi” diharapkan sekolah bisa mensosialisasikan, bahwa berbagi itu mempermudah hidup,” katanya.

“Saya berharap dengan prilaku kecil dengan berbagi dengan sesama, bisa menumbuhkan kecintaan murid dengan temannya dan pada gurunya. Karena ilmu tidak akan melekat dalam diri, kalau kita tidak menghormati guru kita,” pungkas Iim. (*)

Pos terkait