Bangun Keluarga Tangguh di Era Modern, Nurhadi Saputra Gelar Sosper Ketahanan Keluarga di Balikpapan Utara

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), H. Nurhadi Saputra, SH., MH, melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran keluarga dalam membangun masyarakat yang berdaya, mandiri, dan berkarakter di tengah tantangan era modern.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi digelar di Jalan Satu RT 10, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Selasa (14/10/2025).

Turut hadir narasumber Iwan Wahyudi, Ketua RT 10 Mulyadi, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi perempuan, pemuda, serta warga sekitar.

Dalam kesempatan itu, Nurhadi juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang terdampak akibat pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan tersebut turut mempengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di seluruh Kaltim, termasuk Balikpapan.

“Banyak pembangunan yang akhirnya terdampak akibat pemangkasan anggaran ini, salah satunya batalnya pembangunan Rumah Sakit di Balikpapan Timur,” jelas Nurhadi.

Keluarga sebagai Pondasi Bangsa

Lebih lanjut, Nurhadi menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.

Ia menilai, ketahanan keluarga menjadi isu strategis di tengah tantangan sosial modern, seperti meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, serta pengaruh negatif media digital terhadap anak.

“Kehadiran perda ini untuk memperkuat peran keluarga. Jika keluarga kuat, maka akan lahir masyarakat yang tangguh, dan masyarakat yang tangguh akan membawa daerah menuju kemajuan,” ujarnya.

Nurhadi menambahkan, pelaksanaan Perda Ketahanan Keluarga membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan agar mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya keluarga harmonis.

“Tidak cukup hanya dengan peraturan. Diperlukan kesadaran bersama untuk membangun komunikasi yang sehat di rumah tangga, pendidikan karakter bagi anak, serta pemberdayaan ekonomi keluarga,” tegasnya.

Orang Tua Memegang Peran Kunci

Sementara itu, narasumber Iwan Wahyudi menjelaskan bahwa ketahanan keluarga tidak dapat dilepaskan dari peran aktif orang tua dalam mendampingi anak-anaknya.

“Tumbuh kembang anak tidak harus mahal. Cukup dengan pendampingan yang konsisten, memberikan edukasi sederhana, atau mengenalkan anak pada alam, misalnya dengan mengajarkan cara menanam tumbuhan. Aktivitas seperti ini dapat memacu perkembangan sensor motorik anak,” terangnya.

Ia menambahkan, Perda Ketahanan Keluarga menjadi pedoman penting agar keluarga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

“Perda ini memberikan penguatan bagi institusi keluarga untuk memahami hak-hak keluarga secara spiritual, emosional, dan administratif. Beberapa programnya juga bisa dikolaborasikan dengan Pemerintah Kota,” jelas Iwan.

Warga Antusias dan Apresiatif

Sosialisasi berlangsung interaktif. Warga yang hadir tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar cara menjaga keharmonisan keluarga di tengah kesibukan dan tekanan ekonomi.

“Kami berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan, karena banyak masyarakat yang belum paham bagaimana membangun keluarga yang sehat dan tangguh,” ujar salah satu warga, Gito.

Menutup kegiatan, Nurhadi mengajak masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Perda tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita mulai dari rumah. Ketahanan daerah berawal dari ketahanan keluarga. Kalau keluarga kuat, Kaltim juga kuat,” pungkasnya.(*)

Pos terkait