Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Kondisi memprihatinkan Jalan Soekarno–Hatta di kawasan Balikpapan Utara kembali menjadi sorotan.
Jalan nasional yang seharusnya menjadi akses vital justru berubah menjadi ancaman bagi pengendara akibat kerusakan parah yang telah berlangsung lama.
Di ruas Km 3 hingga Km 4, permukaan jalan dipenuhi lubang dan gelombang tajam yang oleh warga setempat disebut sebagai “jalan kriting”. Kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga kerap memicu kecelakaan, bahkan hingga merenggut korban jiwa.
Merasa khawatir dengan keselamatan pengguna jalan, Ketua RT 9 Perumnas, Kasmadi, turun langsung ke lokasi untuk mengingatkan para pengendara. Dengan pengeras suara di tangan, ia berdiri di tepi jalan memperingatkan warga agar lebih waspada saat melintas.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama, mengingat banyaknya pengendara yang terjebak lubang atau kehilangan kendali akibat permukaan jalan yang tidak rata.
Tak hanya itu, Kasmadi juga menyuarakan harapan besar kepada pemerintah pusat agar segera turun tangan. Ia menilai kondisi jalan tersebut sudah tidak layak dibiarkan berlarut-larut, terlebih statusnya sebagai jalan negara.
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua RT 40 Kelurahan Batu Ampar, Juadi. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan di Km 3, tepat di depan Markas Denzipur Kodam VI/Mulawarman, bahkan lebih parah. Sebagian badan jalan dilaporkan mengalami penurunan hingga sekitar 30 sentimeter.
Menurutnya, perbaikan yang selama ini dilakukan hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar masalah. Tambal sulam yang dilakukan justru membuat jalan kembali rusak dalam waktu singkat.
Juadi mengaku prihatin setiap kali melintas di lokasi tersebut. Ia menyebut hampir selalu ada pengendara yang menjadi korban kecelakaan akibat kondisi jalan yang tidak stabil.
Bahkan, ia mengingat kejadian sebuah truk tronton yang pernah terperosok ke jurang di sekitar lokasi, diduga akibat penurunan badan jalan yang cukup ekstrem.
Warga pun berharap adanya langkah serius dari pemerintah, baik pusat maupun provinsi, untuk melakukan perbaikan permanen. Mereka juga meminta perhatian dari DPRD Provinsi Kalimantan Timur agar persoalan ini tidak terus berlarut.
Perbaikan menyeluruh dinilai menjadi satu-satunya solusi agar pengguna jalan tidak lagi dihantui rasa waswas setiap kali melintas di jalur utama tersebut.
“Kami mohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, tolong perhatikan kondisi jalan ini. Warga taat bayar pajak, tapi jalan tetap rusak. Kalau ekonomi mau bangkit, ya jalan seperti ini harus segera diperbaiki,” ujar Kasmadi.(*)





