Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Laode Nasir, menjalankan program wakaf 1 juta Al-Qur’an yang ditujukan untuk berbagai daerah di Indonesia, Minggu (24/5/2026).
Program tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyasar pondok pesantren, rumah tahfiz, hingga lembaga pendidikan keagamaan di berbagai wilayah.
Hingga saat ini, penyaluran wakaf Al-Qur’an telah dilakukan di tiga lokasi, yakni Pondok Pesantren Manahil Al Irfan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pondok Pesantren Darul Makrif, serta salah satu pondok pesantren di wilayah Flores.
Laode Nasir mengatakan program wakaf Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas syiar Islam sekaligus membantu masyarakat dan lembaga pendidikan agama yang masih membutuhkan mushaf Al-Qur’an.
Menurutnya, masih banyak pondok pesantren dan santri di daerah yang membutuhkan Al-Qur’an layak pakai untuk kegiatan belajar mengajar dan hafalan.
“Program wakaf 1 juta Al-Qur’an ini menjadi bentuk ikhtiar kami untuk ikut mendukung pendidikan keagamaan dan memperkuat syiar Islam di berbagai daerah,” ujarnya.

Ia menuturkan penyaluran dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia, khususnya daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses sarana pendidikan keagamaan.
“Alhamdulillah saat ini sudah ada tiga lokasi yang menerima wakaf Al-Qur’an. Ke depan program ini akan terus berjalan secara bertahap sehingga semakin banyak pondok pesantren dan masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Laode Nasir berharap program tersebut tidak hanya membantu kebutuhan sarana ibadah dan pendidikan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para santri dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.
“Kami berharap wakaf ini bisa menjadi amal jariyah dan membawa manfaat jangka panjang, terutama bagi generasi muda yang sedang belajar Al-Qur’an di pondok pesantren,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung gerakan wakaf Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pendidikan agama dan membangun generasi Qurani di Indonesia.(*)





