Limbah Uang Kertas Disulap Jadi Medali, FENTURUN 2026 Hadirkan Konsep yang Tak Biasa

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Ribuan pelari yang mengikuti Festival Nontunai Nusantara Running (FENTURUN) 2026 di Balikpapan tak hanya akan membawa pulang medali sebagai penanda keberhasilan menyelesaikan lomba.

Menariknya, tahun ini, medali yang mereka terima memiliki nilai lebih karena dibuat dari Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) atau uang kertas yang sudah tidak layak edar.

Bacaan Lainnya

Inovasi tersebut menjadi salah satu daya tarik FENTURUN 2026 yang digelar pada 26 Juli mendatang. Selain menggabungkan olahraga dan kampanye gaya hidup sehat, ajang ini juga mengusung pesan pelestarian lingkungan melalui penerapan konsep ekonomi sirkular.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan bahan dasar medali berasal dari Uang Tidak Layak Edar (UTLE) yang telah ditarik dari peredaran, kemudian diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

“Medali ini dibuat dari LRUK yang berasal dari Uang Tidak Layak Edar. Uang yang sudah lusuh dan tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran kami olah kembali menjadi bahan medali,” ujar Robi, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, proses pencetakan medali dilakukan di Bandung yang memiliki fasilitas pengolahan limbah uang kertas. Menurutnya, Balikpapan menjadi daerah kedua di Indonesia yang menggunakan medali berbahan dasar LRUK setelah sebelumnya diterapkan di Bali.

“Melalui inovasi ini kami ingin menunjukkan bahwa limbah pun masih memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Ini sekaligus menjadi bagian dari kampanye keberlanjutan yang kami usung dalam FENTURUN,” katanya.

Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung. Panitia menyediakan reusable bottle dan paper cup di seluruh titik water station sebagai langkah mendukung penyelenggaraan acara yang lebih ramah lingkungan.

FENTURUN 2026 akan berlangsung di Pantai Kilang Mandiri Balikpapan dengan melibatkan sekitar 3.500 peserta yang mengikuti kategori 5K, 10K, dan Half Marathon (21K).

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menghadirkan 16 UMKM kuliner unggulan, layanan kesehatan gratis, pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD), layanan perlindungan sosial digital, pembayaran pajak dan retribusi daerah, hingga pertunjukan seni dalam rangkaian Pesona Balikpapan 2026.

Seluruh transaksi selama acara menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem pembayaran digital.

“FENTURUN terus berkembang menjadi lebih dari sekadar lomba lari. Kami ingin menjadikannya ruang kolaborasi untuk memperkuat digitalisasi, memberdayakan UMKM, mempromosikan potensi daerah, sekaligus mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tutup Robi.

Pos terkait