BI Balikpapan Perkuat Daya Saing UMKM Lewat DIGDAYA 2026, Dorong Pelaku Usaha Kuasai Pasar Digital

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Perkembangan pasar digital yang semakin pesat mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk terus beradaptasi.

Menjawab tantangan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan kembali menggulirkan Program Onboarding DIGDAYA UMKM 2026 sebagai upaya memperkuat kapasitas digital dan memperluas akses pasar para pelaku usaha lokal.

Bacaan Lainnya

Program yang berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di Kantor Perwakilan BI Balikpapan itu menjadi bagian dari strategi mendorong UMKM agar mampu naik kelas di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin kompetitif.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan, transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM agar tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat pascapandemi.

“UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian daerah, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, penguatan kapasitas digital menjadi penting agar UMKM mampu beradaptasi dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Robi Ariadi.

Ia menjelaskan, saat ini pelaku UMKM tidak hanya menghadapi persaingan antarproduk, tetapi juga perubahan pola bisnis digital yang semakin kompleks. Mulai dari pemanfaatan algoritma marketplace, meningkatnya penggunaan artificial intelligence (AI), hingga dinamika biaya platform digital yang dinilai dapat menekan margin usaha.

“Persaingan di platform digital semakin ketat. Karena itu UMKM perlu memperkuat branding, memperluas kanal pemasaran, serta meningkatkan efisiensi usaha melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Dalam program DIGDAYA UMKM 2026, BI Balikpapan melakukan penjaringan dan kurasi terhadap 160 pelaku usaha hasil rekomendasi berbagai stakeholder, seperti Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), pemerintah daerah, korporasi besar, hingga sektor perbankan.

Dari proses tersebut, sebanyak 44 UMKM terpilih untuk mengikuti program pembinaan intensif. Para peserta berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman olahan, fesyen, hingga kerajinan.

Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi pengembangan usaha digital, seperti optimalisasi media sosial untuk bisnis, strategi penjualan di marketplace, live selling, pemanfaatan AI untuk bisnis, penguatan legalitas usaha, hingga literasi keuangan.

Tak hanya itu, peserta juga mengikuti praktik langsung dan presentasi proyek pengembangan usaha agar strategi digitalisasi yang dipelajari dapat diterapkan secara nyata dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Program DIGDAYA UMKM 2026 tidak berhenti pada tahap pelatihan. BI Balikpapan juga menyiapkan pendampingan lanjutan melalui sesi coaching dan monitoring berkala hingga Oktober 2026 guna memastikan implementasi transformasi digital berjalan optimal.

Melalui program tersebut, BI Balikpapan menargetkan peningkatan literasi digital UMKM, bertambahnya toko online aktif, meningkatnya penggunaan QRIS, hingga penguatan kualitas branding produk lokal.

Robi Ariadi menegaskan, pengembangan UMKM digital menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, terlebih di tengah momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi bersama seluruh stakeholder untuk mendorong UMKM yang tangguh, produktif, dan memiliki daya saing tinggi sehingga benar-benar mampu naik kelas,” tutupnya.(*)

Pos terkait