DP3AKB Sebut Hingga Juni 2024, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terdapat 116 Kasus

Kadis DP3AKB Kota Balikpapan, Heria Prisni (foto/ist)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Hingga bulan Juni 2024, jumlah kasus kekerasan Perempuan dan Anak di kota Balikpapan mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023 lalu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Heria Prisni, Sabtu (13/7/2024) kemarin.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, berdasarkan data yanh dimiliki DP3AKB tercatat sebanyak 132 kasus kekerasan perempuan dan anak terjadi di kota Balikpapan sepanjang tahun 2023.

Namun, sampai bulan Juni 2024, jumlah kasus tersebut sudah mencapai 116 kasus terhitung dari Januari hingga Juni 2024.

“Untuk mencegah kasus ini terus meningkat Pemkot Balikpapan melalui DP3AKB terus melakukan berbagai upaya dan sosialisasi demi menekan kenaikan angka kasus,” ucapnya.

Masih Heria, sampai bulan Juni 2024 ini tercatat sebanyak 116 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dan didominasi kasus kekerasan seksual dengan korban adalah usia 0 hingga 18 tahun.

Yang mana, dari 116 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terdapat 27 kasus kekerasan fisik, 4  kasus kekerasan psikis, 77 kasus kekerasan seksual, 4 kasus eksploitasi seksual, 1 kasus perdagangan orang dan lainnya 2 kasus.

Ia menambahkan, upaya memberikan edukasi dan sosialiasi kepada masyarakat dan sekolah-sekolah akan terus dilakukan kedepannya, guna menekan angkat tersebut.

“Kalau untuk program sosialisasi dan edukasi yang kami berikan sudah berjalan dan itu akan kita maksimalkan, sehingga kita mampu kenekan kenaikan kasus kekerasan perempuan dan anak di Balikpapan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait