Hanura Mulai Panaskan Mesin Politik di Kaltim, Targetkan Kursi Senayan

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai memanaskan mesin politiknya di Kalimantan Timur. Konsolidasi organisasi dan rapat teknis Tim Task Force DPC Hanura se-Kaltim digelar di Hotel Platinum Balikpapan, Sabtu (22/8/2026), dengan target memperkuat struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura Patrice Rio Capella, Ketua DPD Hanura Kaltim Marsidik, jajaran pengurus DPD, seluruh Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC se-Kaltim, serta anggota DPRD dari Hanura.

Patrice mengatakan, konsolidasi di Kaltim merupakan bagian dari rangkaian penguatan struktur Hanura yang sebelumnya telah dilakukan di sejumlah daerah, mulai Banten, Medan, Batam, Palembang hingga Kalimantan Utara.

Menurutnya, konsolidasi ini tidak sebatas memastikan kelengkapan administrasi partai, tetapi menjadi bagian dari persiapan Hanura menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Hanura hadir bukan hanya untuk melengkapi persyaratan sebagai peserta pemilu. Kami memastikan mesin politik Hanura siap untuk bertarung,” ujar Patrice.

Ia menargetkan pembentukan struktur PAC dan DPC di Kaltim dapat dituntaskan hingga pertengahan Oktober. Setelah itu, konsolidasi akan dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Patrice menilai perkembangan struktur Hanura Kaltim sejauh ini cukup positif. Karena itu, pihaknya mulai mendorong kaderisasi sekaligus penjaringan calon legislatif yang memiliki basis dan potensi kuat di masing-masing daerah pemilihan.

“Kami akan mempersiapkan caleg-caleg yang mumpuni dan punya market di dapilnya masing-masing sejak awal,” katanya.

Target lebih besar juga dipasang Hanura di Kaltim. Patrice berharap partai tersebut mampu merebut setidaknya satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim.

Ia menilai target tersebut realistis apabila konsolidasi organisasi, perekrutan kader dan penjaringan calon legislatif dilakukan secara serius sejak jauh hari.

“Kami berharap satu kursi bisa didapatkan oleh Partai Hanura pada pemilu mendatang. Dengan menyiapkan mesin politik yang mantap sejak awal, mudah-mudahan target besar kami di Kalimantan Timur ini bisa tercapai,” tegasnya.

Untuk mewujudkan target itu, Hanura juga membuka ruang bagi tokoh senior, tokoh pemuda maupun figur baru di Kaltim untuk bergabung.

Patrice menyebut partainya akan melakukan komunikasi politik dengan berbagai tokoh potensial, termasuk mereka yang memiliki pengalaman di organisasi kemasyarakatan maupun politik.

Bahkan, Hanura menyiapkan strategi rekrutmen figur potensial untuk memperkuat komposisi calon legislatif.

“Ini ibarat main bola, kami akan melakukan transfer pemain. Kami akan melakukan naturalisasi caleg yang akan dilakukan Partai Hanura,” ungkapnya.

Selain memperkuat struktur, Hanura juga mulai mengarahkan strategi politiknya pada kelompok pemilih muda, khususnya generasi Z.

Patrice mengatakan, anak muda memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah pilihan politik. Karena itu, isu yang menyangkut masa depan generasi muda akan menjadi salah satu fokus perjuangan Hanura.

Menurutnya, persoalan lapangan pekerjaan, pendidikan dan keterhubungan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja menjadi isu penting yang harus dijawab partai politik.

“Jangan sampai pendidikan hanya menciptakan pengangguran-pengangguran baru. Setelah selesai kuliah, tidak tahu harus ke mana. Hanura tentu fokus pada hal-hal seperti itu,” katanya.

Ia menegaskan, Hanura ingin menjadi ruang politik bagi anak muda untuk menyampaikan aspirasi sekaligus ikut terlibat dalam pembangunan.

“Kalau generasi mudanya kuat, maka negaranya kuat,” ujarnya.

Patrice menyebut, dalam sejumlah daerah yang telah dikonsolidasikan Hanura, sekitar 30 persen kepengurusan diisi anak muda. Bahkan, sejumlah anggota DPRD dari Hanura di daerah juga berasal dari kelompok usia muda.

Selain isu generasi muda, Hanura juga menyoroti persoalan hubungan keuangan pusat dan daerah.

Patrice mengatakan, dalam rangkaian konsolidasi di berbagai daerah, pihaknya banyak menerima keluhan terkait kondisi fiskal daerah dan pembagian keuangan yang dinilai belum memberikan rasa keadilan bagi daerah.

Kaltim, kata dia, memiliki sumber daya alam yang besar sehingga semestinya memperoleh porsi manfaat yang lebih besar untuk mendukung pembangunan daerah.

“Kalau daerahnya berdaya, maka Indonesianya akan sejahtera. Kami ingin memperjuangkan agar daerah mendapatkan keadilan yang cukup dalam proses pembangunan,” jelasnya.

Ia menilai penguatan daerah harus menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional. Menurutnya, daerah dengan kekayaan sumber daya alam seperti Kaltim harus merasakan manfaat yang sepadan agar pembangunan dan fasilitas publik dapat berkembang.

“Kalau Kaltim maju, itulah wajah Indonesia di daerah. Tapi kalau daerahnya tertatih-tatih, jalannya hancur, fasilitas publik jauh dari harapan, pendidikan juga jauh dari harapan, maka keadilan itu tidak dirasakan daerah,” katanya.

Karena itu, Hanura menargetkan kembali menempatkan kadernya di DPR RI agar dapat memperjuangkan kepentingan daerah melalui parlemen.

“Tekad kami sebenarnya bagaimana Hanura bisa masuk kembali ke Senayan dan kemudian di Senayan kita bisa berjuang untuk memberdayakan daerah,” tegas Patrice.

Sementara itu, Ketua DPD Hanura Kaltim Marsidik mengatakan konsolidasi tersebut menjadi momentum untuk menyatukan kekuatan partai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.

Ia menegaskan Hanura Kaltim ingin tampil dengan kekuatan baru dan tidak lagi melihat pola kerja partai seperti periode sebelumnya.

“Partai Hanura yang kemarin berbeda dengan Partai Hanura yang sekarang. Harapan kami, kami bisa menduduki semua kursi di legislatif, baik kabupaten/kota maupun provinsi,” kata Marsidik.

Ia juga menyebut seluruh Ketua DPC kabupaten/kota se-Kaltim telah menyepakati batas akhir penyusunan struktur DPC hingga pertengahan Oktober.

Marsidik menegaskan, konsolidasi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kekuatan Hanura secara lebih terukur, sekaligus mempersiapkan kader menghadapi pertarungan politik di tingkat daerah maupun nasional. (*)

Pos terkait