Seputarkotaku.com, Balikpapan – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Balikpapan mendampingi ratusan nelayan melakukan aksi unjukrasa dengan mengepung tongkang raksasa Kalimantan Floating Transportation (KFT) milik perusahaan tambang batubara PT Bayan Resources Grup di Teluk Balikpapan.
Di tengah badai dan ombak di laut, Senin (3/7/2023) lalu, Pengurus KNPI Balikpapan bersama ratusan nelayan menggelar aksi damai dengan menggunakan kapal tangkap ikan nelayan. Mereka meminta kegiatan Shift To Shift (STS) PT Bayan Resources segera dihentikan.
Dalam orasinya, Ketua KNPI Balikpapan, Andre Afrizal menyebut, proses lalu-lalang yang dilakukan tongkang bermuatan tambang batu bara milik PT Bayan Resources mencemari laut. Aktifitas tongkang yang memuat batu bara sering tumpah ke laut.

Andre menyebut, mobilisasi tongkang milik PT Bayan Resources juga membuat hasil tangkapan ikan nelayan manggar turun drastis.
“Hentikan kegiatan Shift To Shift di laut yang merugikan nelayan dan mencemari laut,” desak Andre.
“Bertanggung jawab terhadap laut Kaltim Balikpapan yang tercemar batu bara dan memberikan CSR yang masuk akal kepada nelayan yang merasakan dampak dari STS tersebut,” sambungnya.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Ketua KNPI Balikpapan itu menjelaskan. Sebelum melakukan aksi bersama ratusan nelayan, pengurus KNPI sudah melihat lokasi yang diduga memuntahkan batu bara ke laut.
“Kita telusuri dari mana batu bara ini. Akhirnya kami lihat aktivitas kegiatan batu bara di laut ada tongkang bertuliskan BYN (PT Bayan). Banyak batu bara yang keluar dari tongkangnya karena kepenuhan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Andre juga menyebut, dari hasil penelusurannya ditemukan cairan yang diduga limbah tercampur air laut.
“Ada cairan hitam keluar dari KST tersebut. kita sudah ambil sample untuk dicek di lab. Sementara ini belum tahu. Itu limbah, cuma berbahaya apa tidaknya kita belum tahu,” terangnya.
Andre Afrizal mengungkapkan, data Dinas Perikanan tahun 2018 ada sekitar 182 nelayan terdampak akibat aktifitas PT Bayan Resources di laut Balikpapan.
Sementara itu lanjut dia, CSR yang diberikan oleh perusahaan PT Bayan Resources milik Low Tuck Kwong juga tak sebanding dengan dampak kerugian dari ratusan nelayan.
“Nelayan sempat dapat bantuan mesin, pertahun dapat 50. Sedangkan nelayan yang terdampak 182 orang. Kalau harga itu 6-7 juta berarti 300 juta aja CSR yang didapat nelayan, berbanding terbalik dengan 200 miliar CSR ke pulau Jawa,” ungkap dia.
“Pendapatan ikan berkurang. Ini ada video terbaru dapat ikannya makin sedikit dan ada batu baranya juga. CSR yang diberikan dengan dampak lingkungan yang dirasakan nelayan belum tentu menutupi kerugian nelayan. Apalagi di tahun ini belum ada turun CSR ke nelayan,” sambungnya.
Ketua KNPI Balikpapan itu mendesak tiga hal saat menggelar aksi mengepung aktivitas tongkang KFT milik PT Bayan Resources Grup di Teluk Balikpapan kemarin.
Pertama, hentikan kegiatan Shift To Shift di laut yang merugikan nelayan dan mencemari laut. Kedua, bertanggung jawab terhadap laut Kaltim Balikpapan yang tercemar batu bara. dan ketiga, memberikan CSR yang masuk akal kepada nelayan yang merasakan dampak dari STS itu.
Ia juga mengingatkan, bahwa aksi yang sudah dilakukannya akan kembali digelar jika PT Bayan Resources tak bertanggung jawab atas pencemaran laut dan kerugian ratusan nelayan Manggar Balikpapan.
“Belum ada komunikasi dengan pihak PT Bayan. kami akan aksi lagi hari kamis depan di KSOP, di dermaga dekat pelabuhan semayang,” kata Ketua KNPI Kota Balikpapan, Andre Afrizal.(*)





