Komisi II DPRD HSU Sambangi DKB, Bahas Strategi Pengembangan Seni Budaya

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Komisi II DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan kunjungan ke Dewan Kesenian Balikpapan (DKB), Selasa (5/5/2026), sebagai bagian dari konsultasi dan berbagi pengalaman dalam pengembangan seni dan budaya daerah.

Ketua Komisi II DPRD HSU, H. Mukhsin Haita, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memperkaya referensi daerahnya dalam mengembangkan sektor seni dan budaya. Menurutnya, peran lembaga seperti DKB penting sebagai wadah pembinaan sekaligus penggerak kreativitas seniman.

“Melalui konsultasi ini, kami ingin melihat bagaimana pengelolaan dan pengembangan seni budaya dapat berjalan berkelanjutan serta berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DKB, Rabbana, menekankan bahwa dunia kesenian terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Ia menyebut, proses berkesenian tidak pernah statis dan selalu beradaptasi dengan kearifan lokal serta kolaborasi antar komunitas.

“Perkembangan seni itu hidup. Ia tumbuh dari interaksi berbagai komunitas yang terus membangun kreativitas bersama,” katanya.

Rabbana juga menjelaskan, DKB aktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program, salah satunya workshop yang melibatkan para guru seni di Balikpapan. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas pemahaman serta regenerasi pelaku seni.

Ia menambahkan, ruang partisipasi bagi seluruh lapisan masyarakat dalam berkesenian perlu terus dibuka. Namun, yang tak kalah penting adalah membangun cara pandang kebudayaan yang kontekstual agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Selain dukungan komunitas, pemerintah juga telah memberikan payung regulasi melalui kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri untuk mendukung kemajuan seni di daerah,” jelasnya.

Pertemuan ini turut dihadiri anggota Komisi II DPRD HSU, yakni Teddy Suryana, Aisha Nadela, Hendra Royadi, Budi Lesmana, dan Anthony. Sementara dari DKB hadir sejumlah perwakilan komunitas seni, di antaranya Leo Sukoco, Yudhy Valen, Kekel Awi Studio, Mawar Desember Studio, serta Yatim dari Jali-Jali Enterprise Studio.

“Harapannya, pertemuan ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa berlanjut dalam bentuk kerja sama nyata untuk memajukan seni dan budaya di daerah,” tutup Rabbana.(*)

Pos terkait