Seputarkotaku.com, Balikpapan – Nonton Bareng (Nobar) debat calon wakil presiden (Cawapres) digelar sekelompok anak muda Balikpapan, di Angkringan Semar, Jl Pandjaitan, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Jumat (22/12/2023) malam tadi.
Lebih dari 130 masyarakat, dari berbagai elemen terlihat antusias mengikut jalannya debat ketiga Capres. Masyarakat yang terdiri dari kelompok mahasiswa, tokoh masyarakat, warga sekitar, sesekali bersorak saat Capres yang mereka dukung menyampaikan visi misinya.
Antusias tersebut juga sangat terasa saat ada jeda iklan nobar Capres itu. Mereka membuka dialog untuk saling menguatkan pasangan yang akan mereka dukung dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 14 Februari 2024 mendatang.
Yanu Triwanto, fasilitator nobar debat Capres malam itu menjelaskan, kegiatan Nobar ini dilakukan untuk memfasilitasi anak muda agar melek politik.
Kata Yanu, generasi milenial dan generasi Z perlu pemahaman politik, agar tepat menentukan pilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden ke depan.
Menurutnya, anak muda punya suara mayoritas, yakni sekitar 56 persen. Yang berarti pilihannya saat Pilpres digelar 2024 mendatang sangat menentukan arah bangsa ke depan.
“Kegiatannya nobar debat cawapres diadakan untuk kita sebagai warga Indonesia bisa melihat calon pemimpin kita ke depannya. Bisa secara jeli dan punya kapasitas intelektual untuk memilih pemimpin seperti apa nantinya,” kata Yanu Triwanto.
Ia menilai, generasi milenial banyak yang anti politik. Memandang politik sebagai sesuatu yang kotor.
Padahal, kata dia, pilihan politik menentukan kebijakan yang nantinya akan berdampak pada ratusan juta rakyat Indonesia.
“Tujuan nobar debat cawapres kita juga ke arah sana, misalnya beberapa pandangan soal politik kadang dianggap politik ini seram, politik ini jahat,” katanya.
“Dengan adanya nobar, kita ingin mengajak kalau politik itu bukan soal suka atau tidak suka. Tapi politik itu soal bagaimana sosok seorang pemimpin itu harus mempunyai wawasan soal konsep bernegara,” sambung Yanu Triwanto.
Lebih jauh, ia sampaikan, debat ketiga Capres itu dinilainya cukup seru. Karena masing-masing kandidat punya kemampuan yang berbeda-beda.
Yanu mengajak generasi muda dan juga masyarakat pada umumnya, menjadikan momentum pilpres tahun 2024 tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Soal pilihan kita kembalikan kepada masing-masing penonton. Yang pasti kalau saya secara pribadi, melihat paslon no 3 (Ganjar-Mahfud) lebih relevan untuk dijadikan seorang pemimpin, hal tersebut juga disampaikan dan disambut penonton yang bersorak mendukung Pak Mahfud ketika menyampaikan pernyataan dan programnya.
Selebihnya mantap ” tandasnya.
Ia juga memastikan akan terus melakukan agenda-agenda semacam ini. Mulai dari nobar, diskusi soal pilpres hingga agenda lain.
Harapannya, dapat mengajak masyarakat untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden, berdasarkan analisa yang matang dan rasionalitas dalam menentukan pilihan.
“Kegiatan ini sebenarnya akan berlanjut di acara debat-debat selanjutnya, cuma soal waktu dan tempat, kita konfirmasi lagi,” ungkapnya.
“Jadi nobar tadi malam, kita tidak hanya membawa warga yang harus memilih salah satu paslon, kita membuka untuk umum, ya memang ada keterbatasan peserta yang hadir, salah satunya persoalan ketersediaan Tempat karena khawatir tidak cukup” tandasnya.(*)





