Pembangunan Pasar Induk Balikpapan Akan Terintegrasi dengan Pelabuhan Kariangau

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama DPRD dan Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah mematangkan kajian akademik pembangunan Pasar Induk Balikpapan, yang dirancang menjadi pusat distribusi utama komoditas pangan dan hortikultura di wilayah ini.

Pertemuan yang digelar bersama DPRD Balikpapan itu membahas hasil kajian akademik yang dikerjasamakan dengan UGM, sebagai bagian dari upaya memaksimalkan potensi kebutuhan pangan daerah.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menjelaskan bahwa hasil pembahasan tersebut telah menghasilkan kesepakatan awal untuk menyinkronkan kajian akademik dengan master plan pembangunan pasar induk yang sedang disusun pihaknya.

“Dari hasil pembahasan, sudah ada kesepakatan untuk menyelaraskan hasil kajian dari DPRD dengan master plan yang kami susun tahun 2025 ini. Tujuannya agar seluruh rencana pembangunan bisa padu dan saling mendukung,” ujar Haemusri Umar, Senin (6/10/2025).

Rencana pembangunan Pasar Induk Balikpapan akan berdiri di atas lahan seluas lebih dari 9 hektare. Dalam master plan-nya, kawasan tersebut akan dilengkapi dengan gudang logistik dan area bongkar muat terintegrasi, sehingga memudahkan alur distribusi pangan dari luar daerah.

Haemusri juga mengusulkan agar aktivitas bongkar muat komoditas pangan dan hortikultura dipusatkan di Pelabuhan Peti Kemas Kariangau, bukan lagi di beberapa pelabuhan kecil seperti Semayang atau Sepinggan.

“Kalau semua kegiatan bongkar muat dipusatkan di Kariangau, maka tidak ada lagi truk besar yang masuk ke dalam kota. Ini juga sesuai dengan Perda yang melarang kendaraan roda besar beroperasi di siang hari,” jelasnya.

Dengan konsep tersebut, lanjut Haemusri, seluruh distributor di Balikpapan nantinya diwajibkan menyewa gudang di kawasan pasar induk, sebagai bagian dari pengaturan logistik sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Setelah proses bongkar muat dilakukan di pasar induk, distribusi barang akan diteruskan ke berbagai pasar tradisional dan pusat penjualan di seluruh Balikpapan.

“Konsepnya satu pintu. Semua komoditas pangan masuk lewat pelabuhan Kariangau, bongkar di pasar induk, baru kemudian didistribusikan ke pasar-pasar lain. Dengan begitu, arus barang jadi lebih tertib, efisien, dan terpusat,” terang Haemusri.

“Kita berharap, pembangunan pasar induk ini tidak hanya memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan tata kelola distribusi yang modern dan berdaya saing tinggi di Kota Balikpapan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait