Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Rafiuddin memastikan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tetap berlanjut di tahun ini meskipun terjadi pemangkasan anggaran.
“Masih, masih terus berlanjut di tahun ini,” ujar Rafiuddin saat diwawancarai awak media, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, pada anggaran murni 2026 Disperkim menargetkan sebanyak 100 unit rumah tidak layak huni untuk mendapatkan bantuan perbaikan.
Besaran bantuan yang diberikan kepada masing-masing penerima manfaat tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp30 juta per unit yang sudah termasuk biaya upah tukang.
“Jadi Rp30 juta itu bukan uang tunai semua. Hanya Rp3 juta yang diberikan dalam bentuk uang tunai untuk ongkos tukang, sedangkan sisanya berupa material bangunan,” jelasnya.
Rafiuddin menambahkan, persyaratan bagi calon penerima manfaat program RTLH tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Proses verifikasi tetap dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kelurahan di seluruh wilayah Kota Balikpapan.
“Syarat dan mekanisme verifikasi calon penerima manfaat kurang lebih sama seperti tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Namun demikian, terdapat kebijakan baru yang diterapkan pada pelaksanaan program RTLH tahun ini.
Disperkim memberikan perhatian khusus bagi rumah dengan kategori rusak parah, di mana besaran bantuan dapat diberikan lebih besar dari ketentuan normal.
“Dari evaluasi tahun kemarin, kami menemukan rumah penerima manfaat yang kondisinya rusak parah, sementara bantuan Rp30 juta tidak cukup untuk meng-cover seluruh perbaikannya,” kata Rafiuddin.
“Oleh karena itu, di tahun ini untuk rumah yang tingkat kerusakannya parah, kami akan memberikan anggaran lebih dengan melihat sejauh mana kerusakannya,” sambungnya.
Ia menegaskan, apabila kondisi rumah masih dapat diperbaiki dengan anggaran Rp30 juta, maka bantuan tetap diberikan sesuai ketentuan. Namun jika kerusakan tergolong berat, tambahan anggaran akan disesuaikan berdasarkan hasil penilaian teknis.
Rafiuddin berharap program RTLH dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Bahkan, pihaknya menargetkan tambahan perbaikan 100 unit rumah pada anggaran perubahan mendatang.
“Di anggaran perubahan nanti, kami menargetkan sekitar 100 unit rumah lagi bisa diperbaiki,” pungkasnya. (*)





