Safari Ramadan 1447 H Resmi Dimulai, Wali Kota Tekankan Konsistensi dalam Kebaikan

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 180; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:8; brp_del_th:0.0123,0.0067; brp_del_sen:0.1000,0.1000; motionR: 0; delta:1; module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 7864320;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 283.0404;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 33;

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah secara resmi telah dimulai melalui agenda pembukaan yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Selasa malam (24/2/2025).

Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama yang dihadiri jajaran Pemerintah Kota Balikpapan, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, unsur masyarakat, serta awak media.

Bacaan Lainnya

Acara kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadan bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

“Ramadan adalah kesempatan untuk melatih diri agar lebih sabar, lebih peduli, dan lebih disiplin dalam beribadah. Nilai-nilai ini jangan berhenti saat Ramadan usai, tetapi harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya istiqamah atau konsistensi dalam menjalankan kebaikan. Kebiasaan seperti tadarus Al-Qur’an, bersedekah, dan membangun kepedulian sosial diharapkan tidak hanya dilakukan selama Ramadan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Safari Ramadan tahun ini dijadwalkan berlangsung delapan kali dan akan dilaksanakan di masjid-masjid yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Balikpapan. Selain menjadi sarana ibadah bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Rahmad juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Sejalan dengan visi Balikpapan sebagai kota global yang nyaman dihuni seluruh lapisan masyarakat, semangat Madinatul Iman harus tercermin dalam sikap saling menghormati antarumat beragama.

“Jika kita konsisten dalam kebaikan dan saling menghormati, Balikpapan akan terus tumbuh sebagai kota yang aman dan damai,” pungkasnya.(*)

Pos terkait