Sekda Sebut Multiplayer Effect Rakernas APEKSI di Balikpapan Sangat Besar

Sekretaris Daerah Kota Balikpapapan, Muhaimin (Foto/Ariel)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin angkat bicara terkait kritikan besaran anggaran pelaksanaan Rakernas APEKSI yang berlangsung di kota Balikpapan.

Dijumpai awak media ini diruang kerjanya, Jumat (31/5/2024). Muhaimin menjelaskam kalau anggaran APEKSI yang di gelontorkan Pemkot Balikpapan sudah disetujui melalui pembahasan anggaran APBD 2024 yang dilaksanakan pada tahun 2023 lalu.

Bacaan Lainnya

Artinya, kata Muhaimin, kalau sudah masuk mata anggaran berarti sudah disepakati antara banggar DPRD dan Tm Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Balikpapan.

“Jadi disini clear dulu terkait anggaran APEKSI, memang sudah dibahas jadi tidak ujuk-ujuk anggaran tersebut muncul,” kata Muhaimin.

Kalaupun, kegiatan APEKSI ini dipersoalkan dengan permasalahan air bersih di Balikpapan, tentuk konteksnya berbeda. Karena persoalan air bersih itu permasalahan sendiri.

Muahimin menjelaskan, anggaran 16 miliar yang digelontorkan untuk penyelenggaraan Rakernas APEKSI,  pastinya anggaran tersebut akan berputar dikota Balikpapan.

Ia mencontohkan, setiap daerah pastinya terdapat 3 orang, misalkan Walikota, Istri Walikota dan pendamping. Kalau 3 orang dikalikan 98 Kepala Daerah artinya Pemkot harus menyiapka kurang lebih 200 kamar hotel.

Nah..uangnya kemana, pastinya perputaran ekonominya kepada pelaku perhotelan di Balikpapan.

Kalau yang dihitung hanya jumlah itu, berarti yang datang kan cuma 200 orang dari seluruh kabupaten kota.

Sementara dari seluruh kepala daerah yang hadir membawa tamu-tamu yang lain. Berarti ada yang datang membawa 300 orang, ada yang datang membawa 200 atau 100. Jadi totalnya bisa mencapai 4000 sampai 5000 orang tamu yang masuk ke Balikpapan

Pastinya, tamu sebanyak 4000 sampai 5000 orang itu kan harus menginap, mereka juga harus makan, mereka juga butuh transportasi.

Tak sampai disitu, setiap kepala daerah yang datang itu difasilitasi satu mobil, mobil. Satu untuk dia operasional, berati Pemkot menyiapkan sekitar 98 mobil anggaplah 100 mobil.

Kemana uangnya, pastinya kembali ke pelaku usaha rental mobil yang ada di Balikpapan juga. Tidak keluar kemana-mana dan ekonomi berjalan di Balikpapan tetap berjalan.

Masih Muhaimin, ketiga tamu yang diundang setiap daerah, pastinya akan diberikan makan. Artinya, pemerintah kota harus menyiapkan catering. Dan pastinya pelaku usaha catring Balikpapan juga yang dilibatkan.
“Banyak yang terlibat dari kegiatan Rakernas APEKSI ini, baik pelaku usaha perhotelan, catring, rental mobil, tenda dan UMKM di Balikpapan pastinya terlibat,” beber Muhaimin.

Ternyata, kata Muhaimin, dari anggaran 16 miliar itu kita masih dapat lebih. Jadi jangan dilihat konteksnya, oh anggaranya 16 miliar, itu besar. Tapi liat perputaran uang yang terjadi di Balikpapan selama Rakrenas APEKSI berlangsung.

“Jadi kalau kita hitung-hitung tadi dari anggaran 16 miliar yang kita keluarkan, padahal anggaran itu juga untuk masyarakat Balikpapan. Terjadi multiplayer effect sampai dengan Rp 37 miliar. Jadi ada penambahan income karena memang yang datang bukan 98 tamu undangan saja, melainkan sampai 5000 orang,” terangnya.

“Sekali lagi saya tegaskan, bahwa anggaran ini tidak ujuk-ujuk dikeluargak begitu saja, pastinya melaui mekanisme pembahasan, kalau tidak dibahas, pasti dipertanyakan. Loh kenapa uangnya kok tiba-tiba muncul segitu,” jelas Muhaimin.

“Pasti dibahas pada saat TAPD dengan Banggar DPRD dan itu dibahasnya dari Tahun 2023,” pungkasnya.(*)

Pos terkait