APEKSI Tunjuk Balikpapan Tuan Rumah Rakernas XVII Sekaligus Launching ICE Ke-20

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Mengusung tema “Kota Sejahtera, Indonesia Maju”. Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Pemerintah Kota Balikpapan menyelenggarakan Launching Indonesia City Expo (ICE) Ke-20 dan Koordinasi Perisapan Rakernas Ke-17 dan HUT APEKSI Ke-24.

Berlangsung di Ballroom Hotel Novotel, Kota Balikpapan, Kamis (29/2/24). Launching ICE Ke-20 dan Koordinasi Perisapan Rakernas Ke-17 dan HUT APEKSI Ke-24 dihadiri para Wali Kota dan perwakilan dari kota se-Indonesia.

Bacaan Lainnya

Terlihat Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE bersama Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam dan Ketua Dewan Pengurus Apeksi/Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengungkapkan, kegiatan ini tepat dengan momentum dimana merupakan masa transisi.

Ia berharap dalam gelaran rangkaian APEKSI hadir Mendagri maupun menteri lainnya. Sehingga membuat kita lebih lancar lagi dalam advokasi kebijakan.

Sementara Ketua Dewan Pengurus Apeksi/Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan alasannya memilih kota Balikpapan sebagai tuan rumah pelaksanaan HUT APEKSI Ke-24 dikarenakan pada tanggal 17 Agustus 2024 nanti akan dilaksanakan Upacara di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sehingga, di bulan Juni nantinya, seluruh pemerintah daerah memiliki semangat yang sama untuk menghadiri upacara di IKN.

Eri Cahyadi menambahkan, setiap kota di Indonesia memiliko kelebihannya masing-masing, oleh karena itu dalam Indonesia City Expo, setiap kota bisa menampilkan kelebihannya.

Sehingga dari APEKSI nantinya bisa mengambil kelebihan dari setiap kota yang ada untuk di jadikan satu dan diterapkan diseluruh kota yang ada di Indonesia.

Ditempat yang sama, Rahmad Mas’ud selaku tuan rumah mengatakan, Balikpapan memiliki peran dan posisi yang strategis karena letaknya yang sangat dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Yang merupakan megaproyek pemerintah beberapa tahun terakhir.

Melalui rakernas APEKSI XVII, dia berharap para peserta yang hadir tak cuma membahas persoalan sektoral di dalam asosiasi, tetapi juga berkolaborasi untuk menyukseskan pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Salah satunya dengaan berkolaborasi terkait pemenuhan kebutuhan di Kota Balikpapan yang diketahui tidak memiliki sumber yang memadai untuk urusan bahan pokok seperti beras, daging, sayur-mayur.

“Rata-rata, bapok didatangkan dari luar daerah seperti kawasan Jawa dan Sulawesi. Kami 99,9 persen berasnya mendatangkan dari luar. Di sini lah letak pentingnya kolaborasi dengan kota lain untuk menyukseskan pembangunan IKN,” pungkasnya.(*)

Pos terkait