Seputarkotaku.com, Balikpapan – Penanganan masalah banjir di Balikpapan masih terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) salah satunya pekerjaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal yang belum lama ini telah rampung dikerjakan.
Dijumpai awak media belum lama ini, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H Kamaruddin Ibrahim membenarkan ditahun ini anggaran masih terfokus untuk menanggulangi persoalan banjir.
Namun, melalui kacamata pribadi dirinya, penanggulangan banjir yang sudah dilakukan pemerintah belum berdampak apa-apa bagi masyarakat.
Menurut penilaian dirinya, titik banjir di Balikpapan bukannya berkurang, melainkan bertambah.
“Ini penilaian saya pribadi, kalau masalah banjir di Balikpapan bukannya berkurang, melainkan bertambah,” ungkap Politisi NasDem ini.
H Aco Ibrahim biasa disapa mengatakan, proyek DAS Ampal yang sebelumnya menjadi fokus pemerintah dalam menangani banjir di Balikpapan. Tapi kenyataannya pekerjaan DAS Ampal tidak membawa perubahan yang signifikan.
“Proyek DAS Ampal itu kan drainasenya lebih rendah dari jalan, sehingga air akan meluap,” katanya.
“Sekali lagi..ini komentar saya secara pribadi,” sambungnya.
Tak sampai disitu, proyek pembangunan pintu air yang berada disamping Hotel Zurich pun mendapatkan sorotan dari dirinya.
Dikatakannya, maksud dibangunnya pintu air tersebut yakni untuk mencegah air laut masuk kedalam. Tapi menurutnya diarea tersebut harus dibuatkan DAM untuk menampung air.
“Nanti air yang dari DAS Ampal gak akan keluar, pastinya akan terjadi banjir,” ungkapnya.
Masih H Aco, ditahun 2024 ini anggaran penangan banjir masih dikucurkan pemerintah, mengingat penangan banjir merupakam visi dan misi Walikota Balikpapan. Kalaupun persoalan banjir ini tidak bisa teratasi, pastinya akan menjadi ganjalan bagi walikota dalam menyampaikan laporan pertanggungjawabannya nanti.
“Ketika nanti melakukan LPj, persoalan banjir yang dijanjikan 32 titik tidak terealisasi, maka akan menjadi ganjalan dan masyarakat bisa menanyakan ini semua,” terangnya.
“Saya rasa ini PR buat pemerintah kota, bahwa sebelum habis masa jabatan, janji mengatasi persoalan banjir harus bisa dituntaskan,” pungkasnya.(*)





