Seputarkotaku.com, Balikpapan – Kepala Managemen Konstruksi (MK) pembangunan kantor DPRD Kota Balikpapan, Sugeng Raharjo memastikan pengerjaan pembangunan Tahap Kedua kantor DPRD Balikpapan akan selesai tepat waktu di Desember 2024 mendatang.
“Sampai hari ini kita masih melakukan pekerjaan di Gedung B terlebih dahulu, kemudian setelah pekerjaan di Gedung B selesai, baru kita mulai mengerjakan pembangunan Gedung A,” ucap Sugeng saat diwawancarai awak media belum lama ini.
Sugeng menambahkan , dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera melakukan pembongkaran bangunan yang berada dilokasi pembangunan Gedung A yakni Ruang Paripurna DPRD Balikpapan yang lama.
Selanjutnya, setelah dilakukan pembongkaran pihaknya akan segera menyiapkan seluruh material untuk persiapan pengerjan pembangunan Gedung A.
“Karena areal pembangunan cukup sempit pembangunan Gedung A nanti harus benar-benar di atur dengan baik,” ujarnya.
Ia menargetkan di bulan Juli ini pihaknya akan memaksimalkan pengerjaan di Gedung B terlebih dahulu dengan target pngerjaan sekitar 20 persen.
“Itu estimasi kita, kalau pengerjaan lancar target pengerjaanya sekitar 20 persen,” akunya.
“Jadi target itu menyesuaikan kecepatan material kita datang, mengingat material didatangkan dari Pula Jawa, tergantung proses pengiriman, tapi kita akan upayakan segera,” akunya.
Diakui Sugeng, dirinya sangat optimis dapat menyelesaikan pembangunan kantor DPRD Balikpapan Tahap Kedua (Gedung A). Pasalnya ia harus menyesuaikan dengan jadwal kerja anggota DPRD Balikpapan yang baru terpilih.
“Anggota DPRD yang terpilih di bulan Oktober kan sudah mulai bekerja. Paling tidak ruang Paripurna yang ada di degung baru (Gedung B) sudah bisa digunakan,” bebernya.
Sugeng menambahkan, dengan waktu pengerjaan kurang lebih hanya tersisa 6 bulan, dirinya akan berusaha memksimalkan pekerjaan hingga malam hari.
“Ya..kita ada pembagian waktu pengerjaan agar progresnya maksimal selesai tepat waktu, yakni dengan membagi 2 shift para pekerja Siang dan Malam. Tapi kalau untuk shift malam kemungkinan akan kita maksimalkan hanya sampai Jam 1 atau 2 malam sudah tidak ada yang bekerja,” terangnya.
“Kita harus mengutamakan waktu istirahat warga sekitar proyek pembangunan, sehingga jangan mengganggu. Jadi untuk pekerjaan yang berat kita hanya sampai Jam 11 malam, kalau sampai Jam 2 malam paling hanya pekerjaan yang ringan-ringan seperti pembersihan,” pungkasnya.(*)





