Korban Longsor Tuntut Pemkot Bangunkan Rumah Mereka Kembali

Kondisi rumah Nursiah yang habis tertimbun material longsor sehingga tidak terlihat walau atapnya sekalipun (foto/Ariel)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Warga korban longsor di Jalan Syarifuddin Yoes RT 53, Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan atau persis di belakang Gedung Kesenian, masih terus menanti tindaklanjut perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Ya..sebanyak 3 Kepala Keluarga (KK) terpaksa harus berada dalam tenda penampungan yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lantaran rumah mereka rusak parah akibat longsor karena hujan deras yang mengguyur wilayah Balikpapan beberapa hari terakhir.

Bacaan Lainnya

“Kejadiannya sore hari, pada hari Selasa, (9/7/2024) kemarin,” terang Nursiah salah satu pemilik rumah, saat ditemui awak media, Kamis (11/7/2024)

Nursiah menuturkan, saat kejadian dirinya beserta keluarga sedang tidak berada di dalam rumah. Namun harta benda miliknya tidak ada yang terselamatkan, hanya menyisakan pakaian yang ada di badan saja.

“Barang-barang saya semuanya tertimbun tanah longsor, hanya baju yang saya pakai saja yang selamat,” ucap Nursiah.

Korban longsor yang harus mengungsi ke tenda milik BPBD Kota Balikpapan

Masih Nursiah, pasca terjadinya longsor dirinya terpaksa harus mengungsi ke tenda yang diberikan oleh BPBD Kota Balikpapan. Hanya saja bantuan tersebut dirasa kurang menurutnya.

“Kalau bantuan makan, kami dapat, bantuannya katanya 3 sampai 7 hari kedepan. Tapi bukan itu yang kami inginkan, kami hanya ingin pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan memberikan kami bantuan tempat tinggal seperti semula,” ujarnya.

Diakui Nursiah, memang ada rencana pemerintah akan memberi bantuan untuk sewa rumah. Hanya saja sampai saat ini katanya masih dalam proses.

Akan tetapi, bukan itu yang diinginkannya dengan warga lainnya. Melainkan bantuan berupa tempat tinggal rumah, sehingga dirinya bisa hidup seperti biasanya.

“Kita mau bantuan pergantian rumah kita, karena kami tidak enak harus tinggal dirumah saudara atau kerabat. Jadi kadang kami di tenda, kadang kami ke rumah keluarga. Tapi masa kami harus di rumah keluarga terus,” keluhnya.

“Kami tunggu saat ini sampai hari Ketujuh, kalau tidak ada tindak lanjutnya, kami akan mendatangi kantor DPRD atau Pemkot Balikpapan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait