Ari Sanda Gelar Reses di Kampung Baru Tengah, Warga Keluhkan Air Bersih hingga Syarat Mendapatkan Program BPJS Gratis

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Ari Sanda, melaksanakan Serap Aspirasi (Reses) Masa Sidang III Tahun 2024/2025 bersama warga Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Barat, tepatnya di Kelurahan Kampung Baru Tengah, Jumat (29/8/2025) malam.

Dalam kegiatan serap aspirasi ini, Ari Sanda menghadirkan sejumlah instansi terkait seperti PTMB, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perwakilan kecamatan.

Bacaan Lainnya

Kehadiran dinas terkait diharapkan bisa memberikan penjelasan langsung kepada warga sekaligus menindaklanjuti persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat.

Sejumlah keluhan penting mencuat dalam reses tersebut, mulai dari keluhan warga terkait ketersediaan air bersih, hingga permintaan sosialisasi lebih jelas mengenai program BPJS gratis.

Selain kedua keluhan tersebut, persoalan Pendidikan, Penanganan Kebakaran untuk pemukiman atas air, Parkir Tepi Jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) juga tidak luput disampaikan warga selama pelaksanaan reses.

Diwawancarai awak media, Ari Sanda mengungkapkan selama pelaksanaan reses warga lebih banyak menanyakan persoalan air bersih. Mengingat kawasan Balikpapan Barat ini masih banyak warga yang belum dapat menikmati air bersih.

Ari Sanda meminta jajaran PTMB atau PDAM ini betul-betul bekerja, karena gelombang tuntutan pelayanan agar lebih baik lagi terus disuarakan, bahkan terus membludak. Mengingat air bersih ini menjadi kebutuhan yang utama oleh masyarakat.

“Saya berharap PDAM bisa bekerja lebih baik lagi dalam memenuhi harapan masyarakat Balikpapan,” ungkapnya.

Masih Ari Sanda, nantinya setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian serius dan akan diperjuangkan agar bisa terealisasi.

“Semua masukan warga akan kami catat, kemudian dipilah dan diprioritaskan sesuai tingkat urgensinya, tentu juga menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah,” ujarnya.

Menurutnya, reses bukan hanya forum mendengar keluhan, tetapi juga wadah komunikasi dua arah agar masyarakat memahami program dan keterbatasan pemerintah.

“Dengan menghadirkan instansi teknis, masyarakat bisa langsung mendapat penjelasan dan solusi awal atas persoalan yang dihadapi,” tambahnya.(*)

Pos terkait