DPRD Balikpapan Apresiasi Musda Ke-VII KKWB, Hj Iim Rahman Ajak Warga Buton Jaga Persatuan dan Budaya

Anggota DPRD Balikpapan, Hj Iim Rahman (kanan) didampingi suami Laode Nasir (foto/Ariel)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Hj Iim Rahman, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VII Kerukunan Keluarga Wasilomata Buton (KKWB) Kota Balikpapan periode 2025–2030.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan, Jalan ARS Mohammad, Klandasan Ulu, Minggu (26/10/2025).

Bacaan Lainnya

Diwawancarai awak media ini, Hj Iim Rahman menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya musyawarah yang diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antarwarga Buton di Balikpapan.

“Alhamdulillah, hari ini Musda Kerukunan Keluarga Wasilomata Buton bisa berjalan dengan baik. Harapannya, melalui kegiatan ini warga Buton di Balikpapan semakin kompak dan solid,” ujarnya.

Menurut Iim, masyarakat Buton memiliki keragaman yang luar biasa, terdiri dari berbagai wilayah asal dan rumpun budaya.

Karena itu, momentum Musda menjadi penting untuk memperkuat rasa persaudaraan tanpa melupakan akar budaya dan nilai-nilai luhur.

Anggota DPRD Balikpapan, Hj Iim Rahman

“Saya selalu mengingatkan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Akar budaya jangan dilupakan, tapi kita juga harus menghormati budaya tempat kita tinggal,” tambahnya.

Selain itu, Hj Iim juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal untuk memajukan generasi muda. Ia berharap orang tua dapat mendorong anak-anaknya untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

“Pendidikan itu nomor satu. Karena dengan pendidikan, derajat kita bisa terangkat,” ujarnya menegaskan.

Terkait harapan terhadap kepengurusan KKWB yang baru, Hj Iim berharap agar pengurus mampu menjadi perekat lintas generasi. Dimana pengurus senior atau sesepuh dapat mengayomi generasi muda, termasuk Generasi Z yang hidup di era digital.

“Kepengurusan baru harus bisa merangkul yang tua dan mengayomi yang muda. Para tetua tetap dihormati, sementara generasi muda perlu dilibatkan agar organisasi terus hidup dan berkembang,” pesannya.(*)

Pos terkait