Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Mesin politik PKB Kalimantan Timur resmi dipanaskan menuju Pemilu 2029. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim periode 2026–2031 dikukuhkan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Selasa (10/2/2029), dengan target besar: menang lebih kuat dan hadir nyata di tengah rakyat.
Dalam agenda tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB kembali memberikan kepercayaan kepada Syafruddin untuk memimpin DPW PKB Kaltim untuk keempat kalinya.
Pengukuhan dilakukan oleh jajaran perwakilan DPP PKB, di antaranya Syaiful Huda, Daniel Johan, dan Idham Arsyad, serta dihadiri para kader, pengurus daerah, hingga sejumlah pejabat.
Momentum ini menjadi penegasan arah perjuangan PKB Kaltim menjelang kontestasi politik lima tahun mendatang.
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, menegaskan bahwa pengukuhan bukan sekadar acara seremonial, melainkan awal dari kerja panjang untuk melayani rakyat.
“Mulai hari ini kita harus bekerja menjadi pelayan rakyat yang baik. Pemimpin itu pelayan, bukan dilayani,” tegasnya.
Ia mengingatkan kader agar tidak hanya bergerak saat musim pemilu tiba. Menurutnya, waktu menuju Pemilu 2029 yang tinggal sekitar tiga tahun harus dimanfaatkan untuk kerja politik yang konsisten.
“Sebagai politisi, kita harus menganggap setiap hari adalah pemilu. Kalau menunggu mendekati pemilu baru bekerja, itu bukan pejuang politik,” ujarnya.
Syafruddin juga membeberkan target besar PKB Kaltim pada Pemilu 2029. Ia menargetkan perolehan 11 kursi DPRD Provinsi Kaltim serta 60 kursi DPRD kabupaten/kota se-Kaltim.
“Target ini hanya bisa tercapai kalau seluruh struktur hidup, bekerja, dan benar-benar hadir di tengah rakyat,” katanya.
Dalam pidatonya, Syafruddin turut menyoroti ironi Kalimantan Timur yang kaya sumber daya alam, namun masih dibayangi persoalan kemiskinan. Data tahun 2025 mencatat angka kemiskinan di Kaltim masih berada di kisaran 208 ribu jiwa.
“Kekayaan alam yang melimpah harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Inilah tugas kita sebagai kader PKB,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan DPP PKB, Syaiful Huda, menyampaikan pesan politik Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar. Ia menegaskan bahwa pengukuhan ini adalah penentu arah PKB ke depan.
“Pengukuhan ini bukan acara seremonial. Ini penegasan arah apakah PKB akan menjadi partai biasa-biasa saja atau menjadi partai yang luar biasa dalam pengabdian kepada rakyat,” katanya.
Ia menekankan bahwa PKB harus tampil sebagai solusi, bukan sekadar peserta pemilu. Menurutnya, struktur partai harus bergerak hingga ke tingkat paling bawah.
“DPW bukan sekadar sekretariat, tetapi mesin politik yang harus bekerja setiap saat. Struktur lengkap tapi tidak bergerak bukan organisasi, melainkan katalog,” tegasnya.
Syaiful Huda juga mengingatkan pentingnya disiplin, integritas, serta keteladanan kader untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“PKB harus dikenal bukan karena baliho, tetapi karena kehadirannya di tengah rakyat dan kemampuannya memberikan solusi nyata,” ujarnya.
Menutup sambutannya, ia menegaskan seluruh energi partai harus difokuskan untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan kerja nyata.
“Pengurus harus bekerja, kader harus melayani, dan struktur harus bergerak. PKB siap menjadi solusi bangsa dan memenangkan Pemilu 2029,” pungkasnya.(*)





