Satpol PP Balikpapan Intensifkan Penertiban Anjal dan “Manusia Gerobak” Selama Ramadan

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Balikpapan, Satriyo Taufieq (foto/ariel)

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan terus mengintensifkan penertiban terhadap aktivitas anak jalanan (anjal), pengamen, badut jalanan, hingga kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang kerap beroperasi di sejumlah titik kota.

Kepala Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Balikpapan, Satriyo Taufieq Dwi N.B, mengatakan penertiban ini dilakukan bukan semata-mata untuk menindak, melainkan demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama.

Bacaan Lainnya

“Tujuan kita bukan hanya penertiban semata, tapi menertibkan kegiatan-kegiatan yang masuk kategori penyakit masyarakat dan PMKS ini,” ujar Satriyo.

Ia menjelaskan, Satpol PP telah memberikan atensi khusus di beberapa titik yang kerap menjadi lokasi aktivitas manusia gerobak, pengamen, maupun anjal. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir petugas berhasil mengamankan sejumlah orang yang terjaring razia.

“Kemarin juga sudah kita lakukan di beberapa titik, dan ada beberapa yang sudah kami amankan,” ungkapnya.

Satriyo menegaskan, langkah pengawasan ini tidak hanya dilakukan selama bulan suci Ramadan, tetapi akan terus berlanjut ke depannya.

“Bukan hanya momentum bulan puasa saja, tapi ini menjadi PR kita bersama ke depan,” katanya.

Menurut Satriyo, para pelaku aktivitas jalanan kini kerap menghindari jam-jam kerja petugas dan lebih banyak beroperasi pada malam hari.

Namun Satpol PP memastikan pengawasan tetap berjalan karena personel juga disiagakan hingga pagi.

“Di malam hari pun ada personel kami yang memang bertugas sampai dengan pagi. Jadi pengawasan tetap kita lakukan,” jelasnya.

Dalam operasi penertiban, Satpol PP juga menerapkan strategi khusus. Tidak hanya menggunakan personel berseragam, tetapi juga petugas berpakaian bebas untuk menjaring pelaku yang kerap melarikan diri saat melihat aparat datang.

“Itu sudah jadi trik kami. Hari Jumat kemarin kami menangkap beberapa orang, termasuk badut dan pengamen,” kata Satriyo.
Libatkan OPD Terkait untuk Penanganan Lanjutan

Satpol PP juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menangani PMKS, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), agar penanganannya tidak berhenti setelah penertiban.

“Kami akan koordinasikan kembali dengan OPD terkait untuk penanganan pra dan pasca. Setelah mendapatkan perawatan, tetap harus ada pengawasan,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan keluarga, pemerintah, dan instansi sosial sangat diperlukan demi menciptakan ketertiban dan rasa aman di Kota Balikpapan.

“Semua pihak harus kita konsolidasikan dan kolaborasikan kembali untuk meningkatkan rasa nyaman dan tertib di Kota Balikpapan,” tutup Satriyo.(*)

Pos terkait