Tengah Hari Bolong, Si Jago Merah Lahap Satu Rumah Warga di Baru Ilir

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah di kawasan RT 05 Baru Ilir, Balikpapan Barat, Kamis (26/3/2026) siang.

Peristiwa ini sempat membuat panik warga setelah terdengar teriakan minta tolong saat api mulai membesar.

Bacaan Lainnya

Kobaran api dengan cepat melahap bangunan rumah milik Nardi Assanti. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus memberikan pertolongan seadanya.

Seorang warga Amin, mengaku sempat terbangun dari tidurnya karena mendengar suara mencurigakan dari arah belakang rumahnya.

“Saya kurang tahu awalnya bagaimana karena sedang tidur. Tapi memang terdengar suara seperti orang minta tolong,” ujarnya.

“Tidak tahu itu dari mana, apakah dari dalam atau luar rumah. Yang jelas kami dengar ada yang minta tolong,” tambahnya.

“Pas saya lihat dari jendela kamar, asap hitam sudah membumbung di atas, makanya saya panik keluar rumah, bersama warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya,” akunya.

Api yang cepat membesar membuat upaya pemadaman secara mandiri oleh warga tidak membuahkan hasil maksimal. Kondisi permukiman yang cukup padat juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita dan langsung melakukan penanganan intensif.

“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita dan langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan, kemudian dilanjutkan proses pendinginan,” jelasnya.

Setelah berjibaku memadamkan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran dalam waktu relatif singkat dan melanjutkan proses pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Penghuni rumah yang terdiri dari tiga orang berhasil menyelamatkan diri. Namun, selain pemilik rumah, beberapa warga sekitar turut terdampak, di antaranya Muhammad Fahrian (3 jiwa), Suhemi (3 jiwa), dan Untung (2 jiwa).

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat.

“Perlu kehati-hatian bersama, terutama dalam penggunaan listrik dan sumber api di rumah. Kami mengimbau warga agar rutin melakukan pengecekan untuk mencegah kejadian serupa,” tutup Usman.

Pos terkait