Ancaman Diabetes pada Gen Z, Hj Iim Rahman Desak Edukasi dan Pengawasan

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Fenomena kasus cuci darah pada remaja di Balikpapan menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Hj Iim Rahman.

Ia menyoroti bahwa kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya kasus diabetes melitus (DM) dan gagal ginjal di usia muda.

Bacaan Lainnya

Menurut Iim, diabetes saat ini tidak lagi dapat dianggap sebagai penyakit bawaan atau faktor keturunan semata. Ia menilai perubahan lingkungan dan gaya hidup menjadi penyebab utama melonjaknya kasus pada generasi muda.

“Saya melihat sekarang diabetes bukan lagi sekadar penyakit regeneratif, tapi lebih karena pola hidup dan lingkungan,” ujarnya.

Ia menekankan kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis di kalangan anak-anak dan remaja yang semakin mengkhawatirkan.

Banyak dari mereka, kata Iim, mengonsumsi jajanan tinggi gula bukan karena kebutuhan, melainkan sekadar mengikuti tren atau gaya hidup.

“Anak-anak ini kadang sadar, tapi tetap saja mengikuti gaya-gayaan. Ini yang perlu jadi perhatian kita bersama,” katanya.

Iim juga mendorong adanya edukasi atau penyuluhan yang lebih masif kepada masyarakat, khususnya generasi muda, terkait bahaya konsumsi gula berlebihan.

Ia mengingatkan bahwa saat ini penderita diabetes tidak lagi didominasi orang tua, melainkan mulai banyak ditemukan pada usia remaja.

Selain itu, ia menyoroti perlunya pengawasan terhadap pelaku usaha makanan dan minuman, seperti kafe, agar memperhatikan kadar gula dalam produk yang dijual.

Ia bahkan menyebut peran lembaga seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) penting dalam melakukan kontrol tersebut.

“Kita kasihan dengan generasi kita. Bagaimana kita mau mencapai Indonesia Emas kalau generasinya justru banyak yang terkena diabetes?” tegasnya.

Iim berjanji akan menyuarakan persoalan ini ke instansi terkait agar ada langkah konkret dalam penanganannya.

Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau para remaja, khususnya generasi Z, untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi gula, memperbanyak minum air putih, serta rutin berolahraga.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi kita semua. Kalau tidak mulai sekarang, dampaknya akan semakin besar ke depan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait