Serap Aspirasi Warga Karang Joang Keluhkan Air Bersih, Oddang Desak Solusi Nyata

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Persoalan distribusi air bersih menjadi keluhan utama warga dalam reses Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi Gabungan Hanura–PPP, Syarifuddin Oddang, di Jalan Soekarno-Hatta Km 10, RT 21, Kelurahan Karangjoang, Balikpapan Utara, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan reses tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait kebutuhan dasar yang hingga kini belum terpenuhi.

Bacaan Lainnya

“Reses ini untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait usulan di lingkungan masing-masing,” ujar Oddang.

Ia mengakui, persoalan air bersih menjadi perhatian serius karena kerap diusulkan warga, namun belum juga terealisasi.

“Banyak usulan yang sudah disampaikan, tapi belum juga ditindaklanjuti. Ini yang menjadi perhatian kami untuk dicarikan formulasi penyelesaiannya,” katanya.

Oddang bahkan mengaku merasa malu karena aspirasi warga yang disampaikan melalui DPRD belum membuahkan hasil.

“Saya juga merasa malu, karena usulan warga tidak pernah terealisasi. Padahal wilayah ini dekat dengan waduk, tapi masih ada warga yang belum mendapatkan sambungan air bersih,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 18, Karlan. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini warga belum mendapatkan pemasangan pipa air bersih, bahkan harus dibebani biaya yang cukup besar.

“Sudah ada beban biaya sekitar Rp15 juta, tapi sampai sekarang pemasangan pipa belum juga dikerjakan. Kami minta ini segera dituntaskan,” ungkap Karlan.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga. Bahkan, muncul wacana untuk menutup akses jalan menuju Waduk Manggar sebagai bentuk protes.

“Warga sudah sangat kecewa, bahkan ada rencana menutup akses jalan ke waduk,” tambahnya.

Hal serupa juga dialami Effendi, warga yang telah tinggal selama puluhan tahun di kawasan tersebut namun belum menikmati layanan air bersih.

“Sudah 60 tahun tinggal di dekat waduk, tapi belum juga terpasang sambungan pipa. Ini sangat ironis,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Oddang menegaskan persoalan ini tidak boleh terus dibiarkan dan harus segera diselesaikan.

“Setelah reses ini, saya minta segera ada penyelesaian. Jangan ada lagi pembiaran,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yusak dari bidang distribusi, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam pembangunan jaringan pipa induk.

“Untuk pemasangan pipa induk, kami memang tidak memiliki anggaran. Selama ini dibantu oleh Dinas Pekerjaan Umum,” jelas Yusak.

Menanggapi hal tersebut, Oddang meminta agar upaya distribusi air bersih tetap dilakukan, meski secara bertahap.

“Kalau tidak mampu sekaligus, minimal bisa dilakukan secara bertahap. Yang penting ada progres dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” pungkas Oddang.(*)

Pos terkait