Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Semangat generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan terus didorong melalui Workshop Magang Komunikasi Pembangunan bertema “Suara Muda, Pembangunan Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh NEXUS Center Balikpapan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan turut dihadiri Pembina Yayasan Adriansyah Noor Center (ANC) sekaligus pembina NEXUS Balikpapan, H. Adriansyah Noor, bersama Koordinator NEXUS Kota, Rendy Zulkarnain.
Workshop ini menjadi wadah bagi anak muda untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus memahami peran strategis mereka dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Rendy Zulkarnain menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan arah pembangunan di masa depan.
“Sebelumnya saya ucapkan selamat datang kepada calon-calon influencer handal dikota Balikpapan,” ungkapnya.
Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi salah satu modal penting yang harus dimiliki anak muda agar mampu menyampaikan ide, gagasan, dan kritik yang membangun bagi kemajuan daerah.
Melalui kegiatan ini, kata Rendy pihaknya ingin memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk belajar dan berkembang.
Komunikasi bukan hanya soal berbicara, tetapi bagaimana menyampaikan pesan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia juga berharap workshop tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi peserta dalam meningkatkan rasa percaya diri, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
“Balikpapan saat ini berada pada posisi strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, generasi muda harus siap menghadapi perubahan dan mengambil bagian dalam pembangunan. Saya berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tambahnya.
Rendy turut mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai semangat anak muda menjadi energi positif yang perlu terus didukung melalui program-program pengembangan kapasitas dan pendidikan nonformal.
Sementara itu, H. Adriansyah Noor mengaku bangga dengan adanya program pelatihan dan magang komunikasi yang ditujukan bagi generasi muda. Menurutnya, perkembangan dunia digital saat ini membuka peluang besar bagi anak muda untuk berkarya melalui media sosial, baik sebagai konten kreator maupun influencer.
Namun, ia mengingatkan agar generasi muda tidak hanya mengejar popularitas semata, melainkan mampu menghadirkan konten yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Sekarang ini era digital berkembang sangat cepat. Anak muda punya peluang besar menjadi konten kreator atau influencer. Tapi jangan hanya membuat konten untuk hiburan semata, melainkan bagaimana media sosial bisa menjadi sarana menyebarkan pesan positif, edukasi, dan semangat pembangunan,” ujar Adriansyah Noor.
Ia menilai kemampuan komunikasi digital menjadi keterampilan penting di era modern, terlebih Balikpapan saat ini menjadi beranda Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak untuk mendukung kemajuan daerah.
“Anak muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Saya berharap kegiatan seperti ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam berkomunikasi, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap pembangunan daerah. Terus belajar, berkarya, dan jadilah bagian dari perubahan positif untuk Balikpapan dan Indonesia,” tutup H. Adriansyah. (*)





