Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bank Indonesia (BI) Balikpapan memilih memperkuat sektor ekonomi syariah sebagai salah satu motor pertumbuhan baru daerah.
Melalui ajang Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026, BI tak hanya mendorong pengembangan UMKM halal, tetapi juga mulai memperluas program wakaf produktif hingga akses pembiayaan usaha bagi pelaku ekonomi lokal.
Kegiatan PESAN 2026 resmi dibuka di Pentacity Shopping Venue Balikpapan, Sabtu (27/6/2026). Acara yang berlangsung selama dua hari itu menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan beduk oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, didampingi Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud serta Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor.
Mengusung tema “Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah secara Berkelanjutan dan Berdaya Saing”, PESAN 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seperti pameran UMKM halal, business matching, edukasi ekonomi syariah, layanan keuangan syariah, hingga workshop dan kompetisi.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan penguatan ekonomi syariah menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah kondisi global yang belum stabil.
“Karena kita tahu kondisi global belum stabil. Kami mendorong bagaimana berinovasi untuk menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, salah satunya melalui penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Robi.
Menurutnya, sektor ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk halal, mulai dari makanan, fesyen muslim, hingga berbagai produk berbasis syariah lainnya.
Tak hanya fokus pada sektor riil, BI Balikpapan juga memperkuat pengembangan keuangan sosial syariah melalui program wakaf produktif.
Dalam pembukaan PESAN 2026, BI meluncurkan dua proyek wakaf produktif berupa kandang ayam petelur di Pondok Pesantren Al-Banjari Balikpapan dan kandang ayam petelur kampung di Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Paser.
Robi menjelaskan, program tersebut sebelumnya telah melalui tahap uji coba dan menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
“Tahun lalu kami sudah melakukan piloting di Al-Banjari. Kami bantu kandang dan ayamnya, hasilnya berhasil. Sekarang kami dorong penghimpunan wakaf masyarakat agar manfaat ekonominya bisa semakin besar,” katanya.
Menurutnya, konsep wakaf produktif diharapkan mampu mengubah dana sosial menjadi aset produktif yang menghasilkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
BI juga mendorong pesantren agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.
“Selama ini pesantren dikenal sebagai pusat pendidikan. Ke depan kami ingin pesantren juga menjadi pusat ekonomi. Santri dan pengasuh kami latih menjadi peternak dan pelaku usaha agar semakin mandiri,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan literasi masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah juga menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan PESAN 2026.
Robi menilai pemahaman masyarakat terhadap instrumen keuangan syariah masih perlu diperluas agar pemanfaatannya lebih optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi.
Robi menambahkan, penguatan ekonomi syariah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional karena bertumpu pada potensi pasar dan sumber daya dalam negeri.
“Kalau kita semakin mandiri secara ekonomi, kita tidak terlalu bergantung pada ekosistem global. Potensi pasar, bahan baku, hingga pelaku usahanya banyak berasal dari dalam negeri sehingga daya tahan ekonomi kita menjadi lebih kuat,” tuturnya.
Selama penyelenggaraan PESAN 2026, BI Balikpapan juga mempertemukan pelaku UMKM dengan perbankan melalui kegiatan business matching guna memperluas akses pembiayaan usaha. Dari kegiatan tersebut, BI menargetkan potensi transaksi pembiayaan mencapai sekitar Rp2 miliar.
Puluhan UMKM binaan turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari makanan dan minuman halal, fesyen muslim, kriya, hingga produk kreatif lainnya.
“PESAN ini menjadi showcase dari berbagai program yang sudah kami lakukan selama ini, mulai dari pelatihan, pendampingan hingga penguatan UMKM. Harapannya masyarakat datang, berbelanja, dan semakin mengenal ekonomi syariah sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)





