Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Harapan menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa di SDN 022 Balikpapan Timur justru diwarnai temuan yang mengundang perhatian. Bangunan sekolah yang baru mulai digunakan pada hari pertama tahun ajaran 2026 itu dilaporkan telah mengalami kerusakan di sejumlah bagian, meski proyeknya belum lama rampung.
Temuan tersebut mencakup retakan pada dinding penahan tanah (siring) serta lantai area parkir yang mengalami penurunan atau amblas. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan proyek yang dibiayai melalui APBD Kota Balikpapan dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah.
Kerusakan yang muncul di sekolah yang berada di kawasan Perumahan Bukit Batakan Permai 3 itu pun mendapat sorotan dari Koordinator Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa. Ia mengaku prihatin setelah menerima dokumentasi kondisi fisik bangunan tersebut.
“Semua proyek yang menggunakan dana APBD berhak diawasi oleh siapa saja, termasuk masyarakat. Apalagi ini adalah sekolah yang digunakan anak-anak kita,” tegas Taqwa, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, saat sekolah mulai difungsikan, seluruh sarana dan prasarana seharusnya sudah dipastikan dalam kondisi baik sehingga tidak menimbulkan risiko bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Harapan kita, sekolah menjadi tempat belajar yang nyaman, aman, dan layak bagi anak-anak. Karena itu sarana dan prasarana harus berfungsi sesuai peruntukannya. Jangan sampai ada potensi yang membahayakan keselamatan siswa,” ujarnya.
Politisi Gerindra itu menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sebagai kerusakan biasa. DPRD akan segera melakukan peninjauan langsung untuk memastikan penyebab kerusakan sekaligus mengevaluasi pengawasan proyek yang dilakukan oleh instansi terkait.
“Kami akan menyampaikan persoalan ini kepada Komisi IV DPRD Balikpapan sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan. Kami akan turun ke lapangan untuk melakukan investigasi dan melihat sejauh mana pengawasan yang dilakukan pengguna anggaran, khususnya Dinas Pendidikan Kota Balikpapan,” katanya.
Tak hanya itu, DPRD juga akan meminta penjelasan dari pihak pelaksana proyek apabila ditemukan indikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi.
“Kami akan telusuri. Kontraktornya juga akan kami panggil. Kalau bangunan ini sudah selesai dikerjakan, tentu ada masa pemeliharaan dan tanggung jawab yang harus dijalankan. Semua itu akan kami cek,” tegasnya.
Taqwa menegaskan, pengawasan terhadap proyek pemerintah harus dilakukan secara serius agar kualitas pembangunan benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Terlebih, bangunan tersebut digunakan setiap hari oleh ratusan siswa.
“Yang paling penting adalah keselamatan. Tidak ada kompromi untuk urusan itu. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan turun langsung ke lapangan agar persoalan ini segera mendapatkan solusi,” pungkasnya. (*)





