Jelang Porprov Kaltim 2026, KONI Balikpapan Perjuangkan Seluruh Cabor Tetap Dipertandingkan

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII Tahun 2026 terus dimatangkan KONI Kota Balikpapan.

Di tengah pembahasan efisiensi anggaran yang berpotensi berdampak pada pelaksanaan sejumlah cabang olahraga (cabor), KONI Balikpapan meminta agar tidak ada cabor yang dihapus dari agenda pertandingan.

Bacaan Lainnya

Porprov Kaltim 2026 dijadwalkan berlangsung pada November 2026 dengan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah. Ajang olahraga multicabang terbesar di Kaltim tersebut menjadi target penting bagi seluruh kabupaten dan kota, termasuk Balikpapan yang tengah menyiapkan atlet-atlet terbaiknya untuk bersaing memperebutkan prestasi.

Diwawancarai awak media ini, Ketua KONI Kota Balikpapan, Gasali, menegaskan pihaknya lebih mendukung pengurangan nomor pertandingan dibandingkan menghilangkan cabang olahraga yang telah lolos Babak Kualifikasi (BK).

Menurutnya, seluruh atlet yang telah melewati tahapan seleksi berhak mendapatkan kesempatan untuk bertanding dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di Porprov.

“Kalau memang ada keterbatasan anggaran, kami mengusulkan agar nomor tanding yang dikurangi, bukan cabornya yang dihilangkan. Cabor yang sudah lolos BK jangan sampai tidak dipertandingkan,” kata Gasali, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, usulan tersebut telah disampaikan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim maupun kepada Panitia Besar (PB) Porprov.

Namun, hingga kini, belum ada keputusan final terkait apakah efisiensi akan dilakukan melalui pengurangan cabang olahraga atau hanya memangkas jumlah nomor pertandingan.

Menurut Gasali, penghapusan cabang olahraga berpotensi menimbulkan kekecewaan besar bagi atlet dan pengurus cabor. Pasalnya, para atlet telah menjalani proses latihan panjang, mengikuti babak kualifikasi, hingga menyusun program persiapan khusus menuju Porprov.

“Mereka sudah berlatih, sudah mempersiapkan diri dan sudah lolos babak kualifikasi. Kalau tiba-tiba cabornya tidak diikutkan, tentu akan menimbulkan kekecewaan. Ini yang tidak kami inginkan terjadi di kabupaten dan kota,” ujarnya.

Ia menilai langkah yang lebih bijak adalah tetap mempertandingkan seluruh cabang olahraga yang telah ditetapkan, namun dengan penyesuaian jumlah nomor pertandingan secara proporsional sesuai kemampuan anggaran penyelenggara.

“Misalnya suatu cabor memiliki 50 nomor pertandingan, mungkin bisa disesuaikan menjadi lebih sedikit. Yang penting semangat pembinaan olahraga dan kesempatan atlet untuk berprestasi tetap terjaga,” tambahnya.

Sembari menunggu keputusan resmi dari PB Porprov, KONI Balikpapan terus menyusun strategi menghadapi pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Berbagai pemetaan kekuatan atlet dan potensi perolehan medali telah dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga posisi Balikpapan sebagai salah satu kekuatan olahraga di Kalimantan Timur.

Gasali mengungkapkan, apabila nantinya ada cabang olahraga yang dihapus dari pelaksanaan Porprov, maka KONI Balikpapan harus melakukan penyesuaian terhadap strategi perolehan medali yang selama ini telah disusun.

“Kalau ternyata ada cabor yang dihilangkan, tentu kami harus mengatur ulang strategi. Apalagi jika cabor tersebut masuk dalam zona medali Balikpapan. Ini akan berpengaruh terhadap target yang sudah dirancang,” jelasnya.

Selain fokus pada kesiapan atlet, KONI Balikpapan juga tengah mengupayakan tambahan dukungan anggaran melalui perubahan APBD 2026. Kebutuhan pembinaan dan persiapan atlet menuju Porprov diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar.

“Kami berharap ada dukungan anggaran yang memadai untuk pembinaan prestasi. Karena untuk membangun olahraga yang berprestasi tentu dibutuhkan dukungan program dan pembiayaan yang cukup,” katanya.

Meski demikian, Gasali menegaskan KONI Balikpapan akan tetap mematuhi setiap keputusan yang nantinya ditetapkan oleh PB Porprov. Namun, pihaknya akan terus memperjuangkan agar seluruh cabang olahraga yang telah lolos kualifikasi tetap mendapat kesempatan tampil di Porprov Kaltim 2026.

“Yang jelas kami bersikukuh meminta agar cabang olahraga tidak dihilangkan. Kalau memang harus ada penyesuaian, lebih baik nomor tanding yang dikurangi. Itu yang akan terus kami perjuangkan demi menjaga semangat atlet dan pembinaan olahraga daerah,” tegasnya. (*)

Pos terkait