Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Menyusutnya cadangan air baku mulai berdampak serius terhadap pelayanan air bersih di Kota Balikpapan. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mencatat kapasitas produksi air turun dari 1.150 liter per detik menjadi 900 liter per detik, seiring berkurangnya ketersediaan air di waduk.
Kondisi lebih berat terjadi pada pelayanan di Balikpapan Timur. Kapasitas produksi air untuk wilayah tersebut merosot dari 220 liter per detik menjadi hanya 60 liter per detik.
Direktur Teknik PTMB, M. Kohirudin, S.T., mengatakan penyusutan muka air waduk mencapai sekitar 46 sentimeter. Cuaca kering, minimnya curah hujan, dan tingginya penguapan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi ketersediaan air baku.
Situasi tersebut menjadi tantangan bagi PTMB dalam menjaga produksi dan distribusi air bersih di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berjalan.
Fenomena El Niño juga berpotensi memperparah kondisi kering dan mengurangi pasokan air dari hujan. Jika cadangan waduk terus menyusut, pengelolaan sumber air baku akan semakin menantang.
Untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan pasokan, PTMB mengerahkan 18 armada mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Distribusi bantuan dilakukan melalui empat titik terminal, yakni Posko Utama di Jalan MT Haryono, IPA ZAMP Korpri, Sumur Kampung Baru, dan IPA KM 12.
Direktur Layanan PTMB, Ali Rachman AS, menjelaskan layanan air tangki bersubsidi menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari di tengah keterbatasan pasokan.
Hingga saat ini, total air yang disalurkan melalui layanan subsidi mobil tangki mencapai 7.295.000 liter atau 7.295 meter kubik. Volume tersebut setara dengan sekitar 1.459 kali pengantaran menggunakan tangki berkapasitas 5.000 liter dengan muatan penuh.
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi pada 26 September hingga 8 Oktober 2026, tercatat 833 pengantaran oleh armada PTMB. Sebanyak 32 pengantaran tambahan dilakukan melalui dukungan dinas terkait dan armada Hankam, sehingga totalnya mencapai 865 pengantaran selama periode tersebut.
Tingginya permintaan membuat pelayanan harus dilakukan secara bergiliran. Waktu pengiriman bergantung pada jumlah permohonan, ketersediaan air, kapasitas armada, serta proses pengisian dan pengantaran di lapangan.
PTMB meminta pelanggan memahami kondisi tersebut apabila harus menunggu giliran. Perusahaan menyatakan terus mengoptimalkan pengoperasian armada agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Pelanggan yang memerlukan bantuan air tangki dapat menghubungi WhatsApp PTMB di nomor 0816-200-110 atau melalui telepon (0542) 878-991 dan (0542) 878-992. Pengaduan juga dapat disampaikan melalui akun Instagram @ptmb_commandcenter.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan perusahaan memahami kesulitan masyarakat akibat terbatasnya ketersediaan air bersih. PTMB terus berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada sembari menunggu kondisi sumber air baku membaik.
Ia juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak, mulai dari membatasi pemakaian sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, hingga segera memperbaiki kebocoran instalasi.
“Air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai kapasitas dan sumber daya yang tersedia,” demikian pesan PTMB dalam keterangannya.
Perusahaan berharap pengelolaan sumber air baku secara optimal, dukungan masyarakat, dan kebiasaan menghemat air dapat membantu menjaga persediaan yang tersisa hingga kondisi kembali membaik. (*)





