Seputarkotaku.com, Balikpapan – Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri mengakui dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan sejumlah proyek-proyek di kota Balikpapan pada tahun 2023 lalu.
“Kami sebenarnya ingin melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan untuk menanyakan langsung alasan keterlambatan proyek ditahun lalu,” katanya saat diwawancarai awak media diruang kerjanya, Selasa (30/1/2024).
Alwi menyebut, kesibukan masing-masing anggota DPRD Kota Balikpapan khususnya Komisi III yang sedang melakukan kampanye menjadi kendala bagi dirinya untuk mengumpulkan anggota komisi lainnya.
“Belakangan ini agak susah mengumpulkan teman-teman komisi III untuk melaksanakan RDP, karena mereka pada sibuk kampanye,” ungkap Alwi.
Dikatakan Alwi, dirinya akan mencoba berkomunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan prihal mengantisipasi kembali terulangnya keterlambatan sejumlah proyek di Balikpapan.
Politisi Golkar inipun mengusulkan, kedepan lelang pekerjaan di Balikpapan di atas 5 milyar ada klausul di dalam kontrak, dimana pihak kontraktor harus mencantumkan rekening koran.
“Jadi untuk pemenang atau yang mengikuti tender di Balikpapan harus ada rekening koran, baik 6 bulan terakhir maupun 1 tahun terakhir,” ucapnya.
Bukan tanpa alasan, kata Alwi, disertakannya rekening koran dalam persyaratan kontrak pekerjaan di Balikpapan untuk memastikan pemenang tender atau kontraktor memang benar-benar memiliki kemampuam finansial yang cukup, minimal 30 persen dari nilai kontrak.
“Jadi pemenang tender kedepannya jangan hanya mengandalkan uang Down Payment (DP),” ujarnya.
“Jangan ketika uang DP tidak keluar, pekerjaan tidak dikerjakan. Minimal contohnya kalau nilai proyeknya 10 Milyar, paling tidak punya kemampuan finansial sekitar 3 Milyar,” sambungnya.
Alwi menuturkan, penyertaan rekening koran untuk mengantisipasi jual beli pekerjaan, dikatakannya ada kejadian yang sering terjadi pemenang tender, menjual pekerjaannya dengan kontraktor lain, dikarenakan ketidakmampuan finansial, akhirnya kontraktornya mengurangi kualitas bahan dan sangat mempengaruhi kualitas pengerjaan.
“Saya berharap ada klausul tambahan berupa rekening koran. Dan katanya, sebelumnya bisa dilakukan penyertaan rekening koran. Saya rasa itu sangat bagus,” pungkasnya.(*)





