Seputarkotaku.com, JAKARTA – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengeluarkan pernyataan terbuka yang menekankan pentingnya peran media massa dalam menjaga integritas informasi, terutama di tengah situasi keamanan nasional yang belakangan ini kian tidak kondusif.
Meningkatnya bentrokan antara massa dan aparat penegak hukum dinilai berpotensi memicu penyebaran misinformasi, disinformasi, hingga provokasi yang bisa berujung pada kekerasan.
Karena itu, AMSI menegaskan, media arus utama harus tampil sebagai penjaga informasi yang akurat dan terpercaya.
“Media harus mewaspadai upaya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga provokasi yang dapat memperkeruh keadaan. Peran media sangat penting dalam memastikan percakapan publik tetap berada dalam koridor demokratis,” ucap Wahyu Dhyatmika.
Sebagai pilar keempat demokrasi, pers dituntut mampu menyediakan ekosistem informasi yang akurat, dapat diandalkan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Hal ini, menurut Wahyu, menjadi kunci penting di tengah krisis kepercayaan publik terhadap berbagai institusi.
Dalam pernyataan terbuka tersebut, AMSI menyampaikan tiga poin seruan utama:
1. Komitmen Etika Tertinggi – Semua pengelola media dan jurnalis diminta menjunjung standar etika jurnalistik dalam setiap pemberitaan, khususnya terkait aksi demonstrasi dan dinamika sosial politik terkini.
2. Menjaga Integritas Informasi – Media wajib menyajikan informasi faktual, terverifikasi, dan bebas dari manipulasi agar kepercayaan publik terhadap media tetap terjaga.
3. Disiplin Verifikasi – Media didorong untuk aktif melakukan cek fakta dan melawan mis/disinformasi, termasuk yang berbasis teknologi baru seperti AI dan deepfake.
Wahyu berharap seruan ini dipatuhi oleh seluruh anggota maupun pengelola media di Indonesia.
“Keberhasilan media menjalankan fungsi publik di tengah situasi sulit akan semakin menguatkan peran media arus utama sebagai bagian penting dari negara demokratis,” pungkasnya.





