Belajar Mekanisme Pokir, H Mustafa Ketua DPRD Tabalong Sambangi DPRD Balikpapan

Ketua DPRD Kabupaten Tabalong H Mustafa (foto : Ariel)

Balikpapan, Seputarkotaku.com – Guna memaksimalkan penyerapan aspirasi masyarakat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel). Ketua DPRD Kabupaten Tabalong H Mustafa menyambangi kantor DPRD Kota Balikpapan, Selasa (30/5/2023).

“Ya..kunjungan kerja saya hari ini ke Balikpapan ingin mempelajari sistem Pokok Pikiran (Pokir) dalam penyerapan aspirasi masyarakat yang ada di Balikpapan,” ucap Mustafa saat diwawancarai awak media di Kantor DPRD Balikpapan.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, apa yang telah dilakukan di Balikpapan terkait sistem Pokir tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah dilakukan DPRD Kabupaten Tabalong itu sendiri.

Pun begitu, DPRD Kabupaten Tabalong tetap akan mengimplementasikan apa yang telah didapat dari kota Balikpapan. Mengingat kota Balikpapan kota yang cukup besar dan perkembangannya sangat cepat, ditambah dengan keberadaannya Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Balikpapan kota yang sudah berkembang dan besar, ditambah adanya IKN, pastinya apa yang sudah kita pelajari disini (Balikpapan,red) akan kita adopsi atau implementasikan di daerah kami,” terangnya.

Politikus Gerindra inipun mengatakan dari segi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tabalong sangat jauh dari kota Balikpapan.

Meskipun APBD-nya sangat kecil, pihaknya akan tetap berupaya memaksimalkan penyerapan anggaran untuk pembangunan di Kabupaten Tabalong itu sendiri.

“APBD kami kecil, berbeda dengan Balikpapan, tapi kita akan maksimalkan anggaran untuk pembangunan di Tabalong,” tegasnya.

Sementara itu, target Pendapat Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabalong sendiri di tahun 2023 ini hanya berkisar 200 miliar lebih. Akan tetapi untuk saat ini capaian PAD sudah diatas 50 persen lebih.

“Target PAD kita ditahun ini 200 miliar lebih, dan sekarang sudah 100 miliar lebih. Artinya sudah diatas 50 persen lebih capaiannya. Karena di Kabupaten Tabalong sendiri PAD nya dihasilkan dari Perkebunan, Aktivitas Tambang dan Wisata. Hanya saja PAD dari sektor wisata sangat minim,” pungkasnya.(*)

Pos terkait