Dilantik Pimpin Himas Kaltim, Ahmad Rustam Dorong Warga Sinjai Berani Tampil di Pilwali Balikpapan 2029

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Warga asal Sinjai yang menetap di Kalimantan Timur didorong tidak hanya dikenal sebagai perantau dan bagian dari pembangunan daerah. Putra-putri terbaik Sinjai juga diminta mulai berani mengambil peran lebih besar, termasuk tampil dalam kontestasi politik.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Masyarakat Sinjai (Himas) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2026-2031, H Ahmad Rustam, usai resmi dilantik di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Rabu (2/9/2026) malam.

Ahmad Rustam dilantik langsung Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himas, H Eddy Salassa. Dalam menjalankan roda organisasi, ia didampingi Hidayat Jamal Noor sebagai sekretaris dan H Yusri sebagai bendahara.

Usai pelantikan, Ahmad Rustam langsung menyampaikan harapannya agar masyarakat Sinjai tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan dan politik di Kaltim.

Menurutnya, warga Sinjai memiliki sumber daya manusia dan sejarah panjang dalam memberikan kontribusi bagi daerah. Karena itu, generasi muda asal Sinjai harus mulai mempersiapkan diri untuk mengambil peran lebih besar.

“Jabatan ini kehormatan sekaligus amanah yang besar. Karena saya masih golongan anak muda, saya ingin merangkul anak-anak muda supaya bersemangat membesarkan Himas di Kaltim,” katanya.

Ia secara khusus menyinggung kontestasi politik 2029 yang dinilainya sudah harus mulai dipersiapkan sejak sekarang.

Rustam berharap akan ada putra terbaik asal Sinjai yang berani tampil dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan mendatang.

“2029 itu tidak lama lagi. Warga Sinjai, putra-putra terbaik dari Sinjai harus berani tampil. Khususnya di Kota Balikpapan, harus ada yang berani maju untuk Pilwali 2029,” tegasnya.

Meski tidak menyebut nama atau sosok yang dimaksud, Rust menilai keberanian warga Sinjai untuk mengambil peran politik penting agar kontribusi masyarakat semakin luas.

“Saya tidak tahu siapa orangnya. Yang jelas harapan kita harus ada yang berani mengambil peran politik agar lebih banyak bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Rustam mengatakan, kepengurusan baru Himas Kaltim akan memberi perhatian besar terhadap keterlibatan generasi muda.

Menurut dia, organisasi paguyuban harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan membuka ruang bagi anak-anak muda untuk ikut membangun organisasi.

Sejumlah langkah bahkan telah dilakukan sebelum kepengurusan baru resmi dilantik. Salah satunya melalui pemanfaatan media sosial.

Untuk pertama kalinya, Himas Kaltim memiliki akun Instagram sebagai sarana komunikasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Selain itu, Himas Kaltim juga menjadi pelopor penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) di lingkungan organisasi Himas di Indonesia.

Program lainnya adalah melakukan validasi data masyarakat Sinjai yang tinggal di Kaltim.

Selama ini, jumlah warga asal Sinjai di Kaltim diperkirakan mencapai sekitar 60 ribu orang. Data tersebut akan kembali divalidasi menggunakan sistem berbasis smart code yang didukung perbankan.

“Alhamdulillah, pelantikan berjalan dengan mulus dan khidmat,” katanya.

Rustam juga mengingatkan masyarakat Sinjai terhadap sejarah kontribusi putra-putri daerahnya di Kaltim.

Ia menyebut, pada masa almarhum Mukmin Faisal, masyarakat Sinjai pernah memiliki putra daerah yang menduduki jabatan Wakil Gubernur Kaltim.

Menurutnya, sejarah tersebut harus menjadi motivasi bagi generasi sekarang untuk terus meningkatkan kontribusi.

“Minimal kita samakan atau bisa lebih tinggi. Putra-putra terbaik dari Sinjai harus berani mengambil peran,” katanya.

Pelantikan dan pengukuhan pengurus DPW Himas Kaltim berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat asal Sinjai yang tinggal di Balikpapan maupun berbagai daerah yang ada di Kaltim.

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Gubernur Kalimantan Utara, Bupati Sinjai Ratnawati Arif, Bupati Penajam Paser Utara, Ketua DPRD Balikpapan serta jajaran Forkopimda Kaltim dan Kota Balikpapan.

Ustadz Das’ad Latif juga hadir memberikan ceramah agama dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peluncuran Kartu Tanda Anggota Himas Kaltim.

Antusiasme masyarakat semakin tinggi karena panitia menyediakan ratusan hadiah, mulai dari setrika listrik, kompor gas, kipas angin, rice cooker, sepeda listrik hingga hadiah utama tiga paket umrah gratis yang dikhususkan bagi warga asal Sinjai.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy Mas’ud mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru DPW Himas Kaltim.

Namun, ia mengingatkan agar besarnya organisasi tidak hanya terlihat ketika pelantikan dan kegiatan seremonial.

“Atas nama pemerintah Kaltim, kami mengucapkan selamat kepada ketua dan seluruh pengurus Himas Kaltim periode 2026-2031 yang baru saja dilantik,” kata Rudy.

Ia berharap organisasi tersebut tetap aktif setelah pelantikan dan mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Jangan hanya besar pada saat kegiatan pelantikan, jangan hanya ramai pada saat foto bersama. Yang paling utama adalah bagaimana organisasinya aktif, betul-betul efektif dan manfaatnya dapat dirasakan,” tegas Rudy.

Menurutnya, keberadaan Himas tidak hanya harus memberikan manfaat kepada warga asal Sinjai, tetapi juga bagi masyarakat Kalimantan Timur secara luas.

Rudy menilai masyarakat Sinjai memiliki sejarah panjang sebagai perantau yang membawa budaya, etos kerja dan semangat persaudaraan ke berbagai daerah.

Karakter tersebut diharapkan dapat menjadi modal untuk ikut mendorong kemajuan Kaltim.

“Masyarakat Sinjai bukan hanya harus menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga harus tampil sebagai pelaku dan penggerak. Harus bisa menjadi bagian dari sejarah kemajuan Kaltim,” ujarnya.

Rudy juga mengingatkan jajaran pengurus agar tidak menjadikan jabatan di organisasi sebagai tujuan utama.

“Jangan cari jabatan di Himas, tetapi yang paling utama adalah pengabdian. Pengabdian kita hari ini akan menjadi warisan untuk generasi-generasi masa yang akan datang,” katanya.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan terletak pada popularitas pengurusnya, melainkan seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Mari kita buktikan masyarakat Sinjai di Kalimantan Timur bukan hanya pandai merantau, tetapi juga pandai membangun, pandai bersatu dan pandai memberikan manfaat. Himas harus besar, Himas harus solid dan Himas harus hadir untuk seluruh masyarakat Kaltim,” pungkasnya. (*)

Pos terkait