Finalis Duta Lingkungan Hidup Cilik Audiensi ke DPRD Balikpapan, Dorong Kolaborasi Edukasi Lingkungan

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Kepedulian terhadap lingkungan mulai ditanamkan sejak usia sekolah. Hal itu terlihat dari kehadiran 24 finalis Duta Lingkungan Hidup Cilik 2026 dalam audiensi bersama Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Kamis (27/8/2026).

Para finalis diterima Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan Ari Sanda bersama anggota Komisi III Syarifuddin Oddang, H Haris dan Hj Suwarni di ruang rapat gabungan DPRD Balikpapan.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, para finalis diperkenalkan sebagai peserta terbaik dari 110 siswa SD kelas IV hingga VI se-Balikpapan yang mengikuti ajang Duta Lingkungan Hidup Cilik tahun ini.

Pembina Asosiasi Duta Lingkungan Hidup, Resti Yusuf, mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya ketertarikan anak-anak terhadap isu lingkungan. Tahun sebelumnya, ajang tersebut diikuti sekitar 60 peserta.

Resti menjelaskan, Forum Duta Lingkungan Hidup yang telah berjalan selama 12 tahun tidak hanya berorientasi pada pemilihan duta, tetapi juga ingin membangun jejaring dengan berbagai pihak, termasuk DPRD Balikpapan.

Menurutnya, para duta dapat menjadi penghubung antara masyarakat, khususnya generasi muda, dengan pemerintah maupun DPRD ketika menemukan persoalan lingkungan di lapangan.

“Kami hadir hari ini juga mengajukan diri sebagai pembantunya DPRD. Bagaimana menyambungkan link, kalau masyarakat banyak aduan, mungkin bisa sampai kami sampaikan kepada anggota dewan,” ujar Resti.

Ia juga berharap para duta dapat dilibatkan dalam kegiatan DPRD yang berkaitan dengan lingkungan, terutama kampanye dan edukasi di sekolah.

“Kami siap bekerja sama. Kalau ada acara lingkungan atau kampanye-kampanye lingkungan di sekolah, Bapak dan Ibu anggota dewan jangan ragu untuk menghubungi kami,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Syarifuddin Oddang mengatakan kehadiran para finalis menjadi gambaran bahwa perhatian terhadap lingkungan tidak hanya datang dari kalangan orang dewasa.

Ia menilai generasi muda perlu diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan mengenai persoalan lingkungan di Kota Balikpapan.

“Kami merasa cukup bangga karena bisa ketemu generasi cilik. Bagaimana ke depannya Balikpapan yang lebih baik. Karena hari ini temanya masalah lingkungan, berarti kalau kita berbicara lingkungan ini sangat luas,” ujar Oddang.

Menurutnya, pemahaman mengenai lingkungan harus dimulai dari hal-hal paling dekat dengan kehidupan anak, seperti keluarga, sekolah dan lingkungan tempat tinggal.

Oddang menegaskan, persoalan lingkungan tidak hanya berbicara tentang pohon, penghijauan atau kebersihan. Perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan juga menjadi faktor penting.

“Yang merusak lingkungan itu adalah manusia, bukan siapa-siapa,” tegasnya.

Ia juga mengajak para finalis untuk tidak ragu menyampaikan informasi maupun persoalan yang mereka temukan di lingkungan sekitar. Bagi DPRD, masukan dari generasi muda dapat menjadi tambahan informasi dalam melihat persoalan Kota Balikpapan.

“Kami tidak bisa menjangkau informasi-informasi itu tanpa bantuan informasi daripada adik-adik. Saya yakin dan percaya bahwa adik-adik ini masih sangat cemerlang, murni pemikirannya,” tuturnya.

Oddang berharap pengalaman mengikuti Duta Lingkungan Hidup Cilik tidak berhenti pada ajang pemilihan. Para finalis diharapkan mampu menjadi contoh di lingkungan masing-masing dan ikut mengajak keluarga maupun teman sebaya menjaga lingkungan.

“Bagaimana kita belajar yang sesungguhnya untuk membangun diri, membangun lingkungan keluarga, untuk membangun Balikpapan yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya. (*)

Pos terkait