Seputarkotaku.com, Balikpapan – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan H Haris meminta kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan jembatan di Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat yakni PT Indonesia Utama Abadi agar berhati-hati, Jum’at (30/6/2023).
Pasalnya, H Haris menilai pemasangan tiang pancang jembatan dengan tiang pancang bangunan SMPN 25 sangat berbeda. Hal itu disampaikan dirinya saat melakukan kunjungan ke proyek jembatan di Balikpapan Barat beberapa waktu lalu.
Dikatakan dirinya, pengerjaan jembatan harus memperhatikan kekuatan tiang pancang yang berada disasar tanah. Mengingat jembatan yang dibangun nantinya akan dilalui kendaraan roda empat (R4), dimana pastinya ada gaya pengereman kendaraan yang terjadi diatas jembatan.
“Kalau tiang pancang bangunan sekolah SMPN 25 tidak ada pergerakan, berbeda dengan jembatan, nanti diatasnya ada kendaraan yang melintas, pastinya ada gaya pengereman kendaraan diatasnya, sehingga akan ada gaya terik dari pengereman tersebut,” terangnya.
Politikus PDI Perjuangan ini pun menjelaskan, sambungan tiang pancang jembatan harus minimal 4 meter berada didalam tanah keras, jangan sampai sambungan tiang pancang yang hanya mengandalkan las-lasan berada di dasar tanah, karena tidak akan memiliki kekuatan.
“sambungan harus berada didalam tanah, karena tanah fungsinya sebagai pengikat, jadi ketika ada pengereman diatas jembatan, maka tidak akan bergerak, tapi kalau sambungan berada diatas tanah, maka harus berhati-hati, tidak ada kekuatan disitu hanya mengandalkan las-lasan saja,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam pengerjaan konstruksi jembatan harus menggunakan tiang pancang khusus, oleh karena itu dirinya meminta kontraktor mengerjakan jembatan harus sesuai perencanaan.
“Ya..memang tiang pancang jembatan biasanya khusus, maka dari itu kita minta kontraktor untuk memperhatikan kekuatan tiang pancang jembatan tersebut, dengan memperhitungkan daya tarik dari pengereman kendaraan yang diatasnya,” tutup H Haris.(*)





