Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Pembunuhan sadis yang dilakukan M (61) terhadap penjaga toko berinisal VN (18) menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban.
Dijumpai awak media di kediamnnya, Naomi Yusri ibu kandung korban terlihat masih mengenang sosok pemuda yang menjadi tulang punggung keluarga tersebut.
Didampingi paman korban, Sabtu (7/2/2026). Naomi berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal, mengingat aksi pembunuhan yang dilakukan pelaku sangat kejam.
Oleh karena itu, dirinya meminta bantuan hukum kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kota Balikpapan.
“Kami berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” ungkap Naomi yang masih menyimpan kesedihan atas kepergian anaknya
Dalam duka yang masih dirasakan, Naomi menyesalkan, bahwa tidak ada permohonan maaf yang disampaikan dari pihak keluarga pelaku.
Selain itu, saat kejadian berdarah tersebut keluarga sangat menyesalkan sikap pelaku yang tidak memiliki rasa bersalah. Bahkan masih sempat tersenyum saat di amankan pihak kepolisian.
“Tidak ada permohonan maaf dari keluarga pelaku, bahkan kami sesalkan sikap pelaku yang masih bisa tersenyum saat di tangkap,” katanya.
“Mudah-mudahan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” harapnya
Sementara itu, Ambo selaku pemilik toko yang di jaga korban menuturkan saat kejadian dirinya sedang tidak berada di toko, melainkan sedang di luar untuk mengambil stok barang.
“Waktu kejadian saya di luar untuk mengambil stok barang,” akunya.
Ambo mengisahkan, malam sebelum kejadian dirinya yang menjaga toko, bergantian dengan korban. Kebetulan korban masuk pagi.
Dihari kejadian, paginya korban datang untuk memulai pekerjaan, menggantikan dirinya.
“Malam itu saya yang jaga toko, kebetulan bergantian dengan korban, korban shift pagi,” ujar Ambo.
Ketika korban tiba di tokonya pagi hari, dirinya pergi keluar untuk mengambil stok barang. Tidak lama kemudian dirinya mendapat kabar, kalau di toko sedang ramai.
“Jam 11 siang saya mendapatkan kabar dari tetangga kalau ada kejadian, tapi saya tidak mengetahui kejadian apa. Setibanya saya di toko sudah ramai dan banyak polisi,” terangnya.
“Sempat mengira ada perampokan, ternyata saat di cek CCTV terlihat dalam video ada rekaman oramg tua melakukan penikaman,” sambungnya.
“Saya sempat ditanya pihak berwajib apa memiliki masalah dengan orang lain, saya jawab tidak,” ucapnya.
“Saya juga saat itu belum mengetahui kalau pelaku merupakan tetangga sebelah toko saya,” katanya.
Ambo mengisahkan, korban memiliki pribadi yang baik, jujur dan penuh tanggung jawab atas pekerjaannya. Bahkan diakui Ambo, korban sudah ikut bekerja dengan dirinya selama4 tahun.
“Almarhum ikut saya sudah sekitar 4 tahun, sejak bertoko di Gunung Sari, karena karakter korban yang jujur. Memang korban sempat resain bekerja di Itci hanya beberapa bulan, namun balik kembali ikut bekerja di toko,” urainya.
Ambo sendiri tidak mengenal baik dengan pelaku, mengingat masih 7 bulan membuka toko dikawasan tersebut.
“Saya berharap sama dengan keluarga korban agar pelaku di hukum dengan hukuman setimpal, karena telah menghilangkan nyawa orang lain. Apalagi dilakukan secara sadis,” pungkasnya. (*)





