Patra Niaga Sebut Stok Aman, Oddang : Antrean Solar Justru Mengular

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan solar subsidi masih terjadi di sejumlah SPBU di Balikpapan.

Kondisi ini bertolak belakang dengan pernyataan pihak Pertamina Patra Niaga yang menyebut stok BBM subsidi termasuk Solar Subsidi dalam kondisi aman.

Bacaan Lainnya

Namun kenyataannya di lapangan, antrian truk terlihat mengular hingga 3–4 kilometer, terutama di kawasan SPBU KM 13 dan KM 15. Para sopir bahkan harus menunggu hingga berhari-hari untuk bisa mengisi solar.

Situasi ini bukan hal baru. Dalam beberapa waktu terakhir, sopir truk dan pelaku logistik di Balikpapan terus menghadapi persoalan serupa. Waktu tunggu yang bisa mencapai tiga hari dinilai sudah mengganggu aktivitas kerja mereka.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait distribusi BBM subsidi. Pasalnya, meski stok disebut aman, antrean panjang justru terus terjadi.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, meminta agar persoalan ini segera dibahas bersama seluruh pihak terkait melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Kami di DPRD akan memfasilitasi RDP untuk mencari solusi dan mengetahui akar persoalan sebenarnya,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah, Pertamina, pengelola SPBU, hingga perwakilan sopir perlu duduk bersama agar persoalan ini bisa diselesaikan secara terbuka.

Oddang juga menyoroti dampak antrean terhadap para sopir. Ia menyebut, dalam satu minggu, mereka hanya bisa bekerja efektif selama dua hari karena sisanya habis untuk mengantre solar.

“Dalam satu minggu mereka hanya bekerja dua hari, selebihnya antre. Ini tentu berdampak pada penghasilan mereka,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi ini juga berpotensi memengaruhi distribusi barang dan perekonomian daerah. Jika dibiarkan, dampaknya bisa meluas ke harga kebutuhan pokok dan kelancaran logistik.

Karena itu, ia menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM subsidi, termasuk pengawasan di tingkat SPBU.

“Masalah ini harus segera ditangani agar tidak terus berlarut-larut,” tegasnya.(*)

Pos terkait