Reses di Karang Rejo, Nelly Turallo Kecewa Perwakilan Kelurahan Datang Terlambat

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Suasana reses anggota DPRD Kota Balikpapan, Nelly Turallo, di Kelurahan Karang Rejo, Rabu (27/8/2025) malam, sempat diwarnai kekecewaan.

Politisi partai Golkar asal Dapil Balikpapan Tengah itu menegur perwakilan kelurahan yang datang terlambat, padahal momen tersebut dihadiri perwakilan 16 RT dan dipenuhi beragam aspirasi warga.

Bacaan Lainnya

“Saya sempat marah tadi, undangan sudah disebar, tapi perwakilan kelurahan datang terlambat. Padahal ini kesempatan bagus, ada 16 RT kumpul semua. Seharusnya mereka hadir untuk mendengar langsung,” ungkapnya.

“Kita ini pejabat, seharusnya memberi ruang lebih banyak untuk mendengar warga,” sambung Nelly dengan nada tegas.

Nelly tidak menutupi kekecewaannya karena menurutnya kehadiran lurah atau perwakilannya penting untuk mendengar langsung aspirasi warga.

Disinggung mengenai jalannya pelaksanaan reses, Nelly menuturkan bahwa reses dihadiri perwakilan 16 RT yang ada di kelurahan Karang Rejo.

Dijelaskan Nelly, sejumlah usulan yang disampaikan warga didominasi persoalan drainase dan perhatian terhadap kader kesehatan.

Maaih Nelly, usulan pembangunan jalan kali ini tidak banyak muncul karena sebagian besar kondisi jalan di Karang Rejo sudah cukup baik. Namun, persoalan banjir akibat drainase yang kurang memadai justru menjadi sorotan warga.

“Memang usulan jalan hampir tidak ada, karena sudah banyak yang diperbaiki. Sekarang aspirasi warga lebih banyak bergeser ke masalah drainase, karena Karang Rejo ini memang rawan banjir,” ujar Nelly di hadapan peserta reses.

Selain drainase, warga juga menyoroti persoalan pendidikan, kesehatan, dan perhatian terhadap kader posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di lingkungan.

“Tadi ada juga usulan soal pendidikan dan kesehatan. Termasuk perhatian terhadap kader yang selama ini bekerja dengan penuh keikhlasan. Mereka itu kan bekerja sukarela, insentifnya kecil sekali, hanya sebatas uang transport. Kalau dihitung, bahkan untuk ongkos transportasi saja kurang,” jelasnya.

Nelly mengungkapkan, DPRD sudah membahas persoalan insentif kader bersama Dinas Kesehatan dan DP3AKB, bahkan melakukan studi tiru ke daerah lain. Dari hasil pembahasan itu, pemerintah sudah mulai menambah besaran insentif meskipun belum ideal.

“Sudah ada kenaikan sedikit. Memang belum cukup, tapi itu langkah awal. Saya akan terus dorong agar pemerintah lebih serius memperhatikan kader,” tegas Nelly.(*)

Pos terkait