Reses Gasali di Balikpapan Timur, Warga Soroti PJU hingga Daya Tampung Sekolah

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali saat melaksanakan Reses (foto/Sekretariat DPRD)

Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Sejumlah persoalan infrastruktur hingga layanan dasar mencuat dalam kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 yang digelar Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, di daerah pemilihan Balikpapan Timur, Sabtu (2/5/2026).

Dalam agenda serap aspirasi tersebut, Gasali menghadirkan sejumlah perwakilan instansi terkait, mulai dari Dinas Perhubungan, DPU, Disperkim, Dinas Pendidikan, hingga perwakilan PTMB dan Puskesmas Manggar.

Bacaan Lainnya

Kehadiran OPD terkait dimaksudkan agar setiap keluhan warga dapat langsung ditindaklanjuti tanpa harus menunggu waktu lama.

“Kami sengaja menghadirkan dinas terkait agar persoalan yang disampaikan masyarakat bisa langsung dikonsolidasikan dan dicarikan solusi. Jadi tidak hanya dicatat, tapi juga ada tindak lanjutnya,” ujar Gasali.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya di SDN 022 Balikpapan Timur. Warga mengaku khawatir terhadap keterbatasan daya tampung dan sistem zonasi yang dinilai masih menyulitkan.

Menanggapi hal itu, Gasali memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi agar seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan.

“Kami memahami kekhawatiran orang tua soal daya tampung dan zonasi. Ini akan kami kawal bersama Dinas Pendidikan agar tidak ada anak yang terhambat untuk bersekolah,” tegasnya.

Selain persoalan pendidikan, berbagai aspirasi lain juga mengemuka. Warga mengusulkan pembangunan sarana olahraga, masjid, posyandu, serta peningkatan insentif bagi kader posyandu. Tidak hanya itu, persoalan longsor dan minimnya penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi sorotan.

Menariknya, beberapa usulan langsung mendapat respons cepat. Dinas Perhubungan menyatakan siap menambah PJU di kawasan GSU, serta mempertimbangkan pemasangan pita penggetar di jalan utama yang rawan kecelakaan.

“Beberapa titik memang membutuhkan penanganan segera, terutama terkait keselamatan pengguna jalan. Ini akan kami tindak lanjuti secepatnya,” ungkap salah satu perwakilan Dinas Perhubungan.

Gasali menegaskan, seluruh aspirasi masyarakat yang telah disampaikan akan dituangkan dalam laporan resmi hasil reses dan diperjuangkan dalam pembahasan program pemerintah kota.

“Semua masukan ini akan kami kawal agar masuk dalam prioritas pembangunan. Reses ini bukan sekadar mendengar, tapi memastikan aspirasi warga benar-benar direalisasikan,” tutupnya.(*)

Pos terkait