Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN — Persoalan pendidikan hingga layanan kesehatan masih menjadi perhatian utama masyarakat Kota Balikpapan. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Serap Aspirasi (Reses) Masa Sidang III Tahun 2025/2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Balikpapan, Nelly Turuallo di halaman Gereja Hebron, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kecamatan Balikpapan Tengah, Sabtu (4/7/2026).
Forum yang dihadiri warga dari berbagai lingkungan tersebut berlangsung hangat dan interaktif. Masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan beragam persoalan, mulai dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), pemerataan kualitas sekolah swasta dan negeri, pelayanan BPJS Kesehatan Gratis, hingga keberlanjutan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, BPJS Kesehatan, Ketua RT 29, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga yang aktif berdialog secara langsung dengan para narasumber.
Dalam sambutannya, Nelly Turuallo menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, tetapi menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka secara langsung.
Menurutnya, seluruh aspirasi yang masuk akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Balikpapan dan dikoordinasikan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Setiap aspirasi masyarakat adalah amanah yang wajib kami perjuangkan. Reses ini bukan hanya mendengar keluhan, tetapi memastikan ada tindak lanjut dan solusi nyata,” ujar Nelly.
Ia menambahkan, pembangunan yang berhasil bukan hanya dilihat dari banyaknya program pemerintah, tetapi sejauh mana program tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pada sesi dialog, warga RT 13 bernama Agus menyampaikan apresiasi terhadap peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan yang dinilai semakin baik dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan.
Meski demikian, ia berharap perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan juga diberikan secara merata, khususnya bagi sekolah swasta.
Menurut Agus, peningkatan kualitas pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada sekolah negeri atau sekolah tertentu saja, melainkan menjangkau seluruh sekolah swasta tanpa membedakan latar belakang.
“Pelayanan BPJS sekarang sudah semakin baik. Tapi kami juga berharap kualitas sekolah swasta ikut ditingkatkan secara adil. Pemerintah sebaiknya menggandeng semua sekolah swasta tanpa membeda-bedakan,” ungkapnya.
Selain persoalan pendidikan, warga juga menanyakan keberlanjutan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Samuel, salah seorang warga, mempertanyakan apakah siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi masih dapat menerima bantuan tersebut.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Emy, menjelaskan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah hanya berperan dalam proses verifikasi data calon penerima melalui sekolah sebelum diusulkan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Data penerima diverifikasi dari usulan sekolah, kemudian diproses sesuai ketentuan yang ada,” jelasnya.
Emy juga menanggapi masukan masyarakat terkait kerja sama pemerintah dengan sekolah swasta. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak hanya bermitra dengan sekolah berbasis keagamaan, tetapi juga menjalin kerja sama dengan berbagai sekolah swasta umum di Kota Balikpapan.
Sementara itu, Ketua RT 29, Melly, dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan pentingnya disiplin menjaga kebersihan demi menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
“Lingkungan yang bersih akan membuat masyarakat lebih nyaman dan kualitas hidup juga meningkat. Karena itu mari bersama-sama menjaga kebersihan,” katanya.
Melly juga menyampaikan apresiasi kepada Nelly Turuallo atas berbagai aspirasi warga yang dinilai berhasil diperjuangkan, khususnya pembangunan infrastruktur di wilayah RT 29.
“Terima kasih kepada Ibu Nelly karena beberapa kebutuhan infrastruktur di lingkungan kami sudah direalisasikan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menutup kegiatan reses, Nelly memastikan seluruh masukan warga akan menjadi perhatian DPRD Kota Balikpapan dan segera dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah daerah.
“Semua aspirasi masyarakat kami tampung dan akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.(*)





