Rilis Akhir Tahun 2023, Kapolresta Balikpapan Sebut Kasus Kejahatan di Balikpapan Meningkat

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto saat menyampaikan rilis akhir tahun 2023 (foto/ariel)

Seputarkotaku.com, Balikpapan – Sejak awal hingga dipenghujung akhir tahun 2023. Polresta Balikpapan mencatat beberapa laporan pengungkapan kasus kriminal hingga tingkat kecelakaan.

Hal tersebut disampaikan langsung Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto saat menggar rilis akhir tahun 2023 di Mapolresta Balikpapan, Sabtu (30/12/2023).

Bacaan Lainnya

Anton Firmanto menuturkan sepanjang tahun 2023. Gangguan Keamanan dan Ketertiban (Kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Balikpapan sebanyak 1245 kasus dan selesai ditangani sebanyak 60 persen.

Kejadian lakalantas ditahun 2023 tercatat 72 kejadian, korban meninggal 52 orang, luka bera 11 orang dan luka ringan 38 orang.

Sementara itu, untuk klasifikasi kejahatan di Balikpapan seperti kejahatan konvesional ditahun 2023 naik sekitar 32,3 persen. Sedangkan kejahatan transnasional mengalami kenaikan 16,4 persen.

Lebih lanjut, kasus Narkoba di Balikpapan naik 16,4 persen, Curanmor 38,2 persen, Pencurian dengan Pemberatan naik 27,2 persen dan Curas 56,3 persen.

“Yang mengalami penurunan kasus penganiayaan berat sebanyak 8,2 persen,” bebernya.

Anton Firmanto menambahkan dalam pengungkapan kasus Narkoba antara tahun 2022 dan 2023 tercatat. Ditahun 2022 Polresta mengungkap 280 kasus, sedangkan ditahun 2023 pengungkapan kasus narkoba naik menjadi 335 kasus.

Tak hanya mencatat kenaikan dan pengungkapan kasus kriminal saja. Polresta Balikpapan juga berhasil menangani kasus korupsi dengan menyelamatkan kerugian negara mencapai 62 miliar lebih.

Anton Firmanto menyebut, kenaikan sejumlah kasus di Balikpapan salah satunya bukan disebabkan adanya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim.

Melainkan, meningkatnya angka kejahatan di Balikpapan diakibatkan tingginya aktivitas masyarakat setelah adanya Pandemi Covid-19.

“Adanya IKN bukan satu-satunya penyebab terjadinya kenaikan angka kejahatan di Balikpapan. Tapi pasca pandemi tingginya aktivitas masyarakat juga menjadi penyebab naiknya angka kriminalitas di Balikpapan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait