Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Kepanikan sempat menyelimuti warga Gunung Bugis, Balikpapan Barat, saat api melahap sebuah rumah di RT 33, Kelurahan Baru Tengah, Rabu (14/1/2026) malam.
Kobaran api yang muncul di kawasan permukiman padat itu membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.15 Wita melalui Posko BPBD. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Kami menerima laporan kebakaran rumah di wilayah Gunung Bugis yang merupakan kawasan padat penduduk,” kata Usman.
Api diketahui menghanguskan satu unit rumah berukuran cukup besar. Namun, berkat respons cepat petugas, kebakaran tidak meluas ke bangunan lain yang jaraknya saling berdekatan.
“Yang terbakar satu rumah. Api berhasil kami padamkan dan saat ini sudah masuk tahap pendinginan,” ujarnya.
Untuk mengendalikan api, BPBD Kota Balikpapan menurunkan delapan unit armada pemadam kebakaran dengan dukungan personel TNI AL serta unsur terkait lainnya.
Proses pemadaman berlangsung selama sekitar 30 hingga 45 menit sejak petugas tiba di lokasi.
“Kurang lebih setengah jam sampai 45 menit api sudah dapat kami kuasai,” jelas Usman.
Kondisi lingkungan yang padat dan akses jalan yang sempit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Kendati demikian, hambatan tersebut tidak menghalangi upaya pemadaman secara maksimal.
“Akses menuju lokasi cukup sempit sehingga menyulitkan pergerakan armada besar,” ungkapnya.
Sempat beredar informasi adanya korban yang tertinggal di dalam rumah, termasuk seorang anak. Namun setelah dilakukan pengecekan, kabar tersebut dipastikan tidak benar.
“Tidak ada korban jiwa. Anak yang sempat dilaporkan hilang sudah ditemukan dan kembali bersama orang tuanya,” tegas Usman.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. BPBD menyebutkan, penyelidikan lebih lanjut terkait asal api akan dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penanganan pihak kepolisian,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang warga sekitar saat diwawancarai awak media ini, menuturkan tidak mengetahui pasti awal musibah kebakaran tersebut.
Dikatakannya, saat kejadian dirinya baru menyadari ada kepulan asap besar saat tengah asik menjemur pakaian, sepulang bekerja.
“Saya lagi jemur pakaian di belakang, saya lihat asap tebal sudah tinggi dengan warna kemerahan, sempat berfikir bukan kebakaran, tapi tidak lama anak saya teriak kebakaran,” pungkasnya.(*)





