Seputarkotaku.com, BALIKPAPAN – Aspirasi warga Jalan Joko Tole, Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, akhirnya terwujud setelah menunggu selama kurang lebih 25 tahun.
Sambungan air bersih PDAM ke rumah-rumah warga kini mulai direalisasikan berkat perjuangan Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Nelly Turuallo, SE.M.E,.
Realisasi sambungan PDAM tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang disampaikan saat kegiatan reses masa sidang I tahun 2023.
Saat itu, Nelly menggelar reses di halaman Posyandu RT 44 Jalan Joko Tole yang dihadiri sekitar 10 RT. Dalam sesi dialog, hampir seluruh pertanyaan warga berfokus pada persoalan ketersediaan air bersih.
“Waktu itu suasananya cukup emosional. Warga menyampaikan kekecewaan karena sudah puluhan tahun hanya menerima janji. Bahkan ada yang mengatakan sudah hampir 20 tahun tidak pernah terealisasi,” ungkap Nelly.
Tantangan warga tersebut justru menjadi pemicu bagi Nelly untuk mengawal langsung aspirasi tersebut.
“Karena itulah saya merasa tertantang untuk bisa merealisasikan aspirasi warga ini,” katanya.
Sepulang dari reses, ia langsung berkoordinasi dengan Ketua DPRD Balikpapan saat itu, yakni H Abdulloh S.Sos,M.E, kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, termasuk dengan Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud SE, M.E, serta PDAM Tirta Manuntung, dan juga melakukan komunikasi lintas sektor.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada APBD Perubahan tahun 2023, anggaran sekitar Rp800 juta dialokasikan untuk pemasangan pipa induk di kawasan Jalan Joko Tole.
Pipa induk tersebut menjadi tahap awal agar sambungan air bersih dapat dialirkan ke rumah-rumah warga.
“Tahap awal adalah pemasangan pipa induk. Warga menyatakan siap jika nantinya dibebankan biaya sambungan dari pipa induk ke rumah masing-masing. Yang terpenting, air bersih bisa mengalir,” jelasnya.
Nelly menambahkan, di akhir tahun 2023 lalu dirinya pernah berkolaborasi bersama H Abdulloh S.Sos, M.E, dengan menggelar Dialog Warga dengan di hadiri Direktur Tehnik PDAM saat itu.
“Keluhan air bersih ini sudah disampaikan warga mulai era kepemimpinan Wali Kota H Imdaad Hamid, hingga Rizal Effendi yang jika di hitung sudah 20 tahun selama keduanya menjabat, ditambah 1 periode Pak Rahmad,” ujar Nelly.
“Artinya sudah 25 tahun atau seperempat abad, dan di periode kedua kepemimpinan Pak Rahmad ini baru bisa terealisasi,” sambungnya.
Seiring berjalannya waktu, PDAM Tirta Manuntung juga melakukan penggantian pipa lama dengan pipa baru berkualitas lebih baik di sepanjang Jalan Agung Tunggal.
Langkah ini dilakukan agar suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Damai dapat mengalir dengan optimal ke wilayah Jalan Joko Tole, tanpa risiko kebocoran akibat pipa lama yang sudah tidak layak.
Tepatnya, hari Senin kemarin dirinya kembali dihubungi pihak PDAM untuk melakukan pendataan warga di lima RT yang akan menerima sambungan tahap pertama.
Oleh karena itu, dirinya menggelar pertemuan bersama perwakilan warga dari 5 RT, yakni RT 44, RT 45, RT 57, RT 58 & RT 59, serta dihadiri
juga hadir Sekretaris Camat (Sekcam) Balikpapan Tengah dan Lurah Sumber Rejo
Serta 3 Staf Tehnis dari Perumda Tirta Manuntung atau PDAM Balikpapan.
Total kuota sementara sebanyak 450 sambungan rumah, disesuaikan dengan jumlah penduduk di masing-masing RT. Beberapa RT sebelumnya telah mendapatkan sambungan sebagian melalui jalur lain.
“Alhamdulillah, persyaratan pemasangan sekarang juga dipermudah. Tidak lagi mewajibkan IMB, sehingga warga yang menyewa atau memiliki kendala administrasi tetap bisa mendapatkan sambungan air bersih,” ujarnya.
Respons warga pun sangat positif. Jika pada reses pertama tahun 2023 Nelly sempat diminta untuk tidak datang lagi jika hanya membawa janji, kini suasana berubah drastis.
“Tadi malam warga terlihat sangat bahagia, wajah mereka berbinar. Tidak ada lagi keluhan, yang ada hanya rasa syukur. Ini yang membuat saya terharu,” kata Nelly.
Ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga tahun sejak aspirasi diserap hingga akhirnya terealisasi penuh.
Ke depan, jika masih terdapat rumah warga yang belum terlayani, pihaknya memastikan akan terus mengawal hingga seluruh kebutuhan air bersih terpenuhi.
Nelly juga menyampaikan bahwa setelah seluruh sambungan terpasang dengan baik, rencananya peresmian akan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Balikpapan.
“Saya datang bukan sekadar memberi janji, tapi mengawal sampai benar-benar terwujud. Air bersih adalah kebutuhan dasar dan sudah seharusnya dinikmati masyarakat,” ungkapnya.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan yang telah mensupport perjuangan saya, sehingga aspirasi warga tentang air bersih ini dapat terelasisasi,” pungkasnya.(*)





